Akurat Logo

Apa Itu Nuanu Creative City? Kota Kreatif Futuristik yang Sedang Mengubah Wajah Bali

Idham Nur Indrajaya | 22 Mei 2026, 19:00 WIB
Apa Itu Nuanu Creative City? Kota Kreatif Futuristik yang Sedang Mengubah Wajah Bali
Nuanu Creative City adalah kawasan kreatif futuristik di Bali yang menggabungkan seni, teknologi, budaya, dan komunitas modern. dok. Nuanu Creative City

AKURAT.CO Bali sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu wisata di Pulau Dewata identik dengan pantai, sunset, dan resort, kini muncul gelombang baru yang menggabungkan seni, teknologi, komunitas, hingga pengalaman imersif dalam satu ruang hidup modern. Di tengah perubahan itu, Nuanu Creative City menjadi salah satu proyek yang paling banyak dibicarakan.

Apa Itu Nuanu Creative City?

Nuanu Creative City adalah kawasan kreatif futuristik seluas sekitar 44 hektare di kawasan Nyanyi, Tabanan, Bali.

Secara sederhana, Nuanu bukan sekadar tempat wisata atau kompleks hiburan biasa. Kawasan ini dikembangkan sebagai:

  • creative ecosystem,

  • ruang komunitas,

  • pusat seni dan budaya,

  • destinasi immersive,

  • sekaligus eksperimen “future city” yang menggabungkan alam, teknologi, wellness, edukasi, dan gaya hidup modern.

Lokasinya berada di:

  • Jalan Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan, Bali,

  • sekitar 10 menit dari Tanah Lot,

  • dan sekitar 20 menit dari Canggu.

Nama “Nuanu” sendiri disebut berasal dari istilah Bali yang berarti “dalam proses”, menggambarkan filosofi tentang perkembangan, eksperimen, dan evolusi berkelanjutan.

Pendiri proyek ini adalah Sergey Solonin, pengusaha teknologi asal Rusia yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan pembayaran Qiwi.

Kenapa Nuanu Creative City Jadi Sorotan?

Ada banyak destinasi baru di Bali. Namun Nuanu menarik perhatian karena mencoba menjual sesuatu yang lebih besar dari sekadar wisata.

Nuanu mencoba membangun “ekosistem pengalaman”.

Di dalam satu kawasan, pengunjung bisa menemukan:

  • ruang seni,

  • instalasi multimedia,

  • area wellness,

  • ruang komunitas,

  • taman publik,

  • venue festival,

  • hingga arsitektur futuristik yang menyatu dengan lanskap alami Bali.

Konsep seperti ini sangat relevan dengan perubahan perilaku wisata global.

Generasi milenial dan Gen Z kini tidak hanya mencari tempat indah untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang terasa:

  • immersive,

  • estetik,

  • sosial,

  • dan memiliki cerita besar di baliknya.

Karena itu, Nuanu lebih tepat disebut sebagai lifestyle ecosystem dibanding destinasi wisata biasa.

Apa Saja yang Ada di Nuanu Creative City?

Salah satu alasan Nuanu viral adalah karena kawasan ini memiliki banyak area dengan karakter visual yang sangat kuat.

Beberapa ikon utama di dalam kawasan Nuanu antara lain:

Nuanu Park

Taman publik baru seluas sekitar 1,6 hektare yang menjadi gerbang utama menuju kawasan Nuanu. Area ini dirancang untuk keluarga, komunitas, aktivitas outdoor, hingga ruang publik ramah hewan peliharaan.

Aurora Media Park

Area multimedia yang menghadirkan pengalaman visual berbasis cahaya, proyeksi digital, dan immersive art installation.

Earth Sentinels

Instalasi seni monumental karya seniman internasional Daniel Popper yang menjadi salah satu ikon visual paling terkenal di Nuanu.

Luna Beach Club

Beach club dengan arsitektur bambu futuristik yang memadukan desain organik dengan konsep lifestyle modern.

Selain itu, Nuanu juga rutin menjadi lokasi:

  • festival seni,

  • pertunjukan multimedia,

  • yoga gathering,

  • workshop kreatif,

  • hingga event internasional seperti Suara Festival.

Bagaimana Nuanu Menggabungkan Teknologi dan Budaya Bali?

Salah satu aspek paling menarik dari Nuanu Creative City adalah cara mereka memadukan budaya lokal dengan teknologi modern.

Banyak proyek futuristik biasanya terlihat steril dan kehilangan identitas lokal. Nuanu mencoba mengambil pendekatan berbeda.

Contohnya terlihat pada gerbang utama Nuanu Park.

Gerbang tersebut dikembangkan bersama:

  • seniman Bali,

  • arsitek,

  • pematung,

  • penasihat budaya,

  • dan komunitas lokal.

Desainnya memadukan:

  • arsitektur Bali,

  • kerajinan tradisional,

  • projection mapping,

  • instalasi multimedia,

  • dan teknologi visual kontemporer.

Nuanu juga menggunakan simbol Athena dan Saraswati sebagai representasi kreativitas, pengetahuan, tradisi, dan inovasi.

Pendekatan ini menarik karena teknologi di Nuanu tidak diposisikan untuk menggantikan budaya Bali, tetapi sebagai medium baru untuk memperkuat pengalaman budaya.

Baca Juga: Kelenteng Tian Fu Gong Segera Diresmikan, Lengkapi Wisata Religi di Riverwalk Island PIK

Baca Juga: Mendes Dorong Peningkatan Ekonomi Lifuleo NTT Lewat Desa Wisata dan Tematik

Filosofi “First Nature” dan Ambisi Kota Masa Depan

Nuanu mengusung filosofi “First Nature”, yaitu gagasan bahwa pembangunan modern harus tetap tunduk pada keseimbangan alam.

Mereka mengklaim:

  • tidak menebang pohon besar,

  • melakukan relokasi pohon bila diperlukan,

  • memiliki sistem pengelolaan limbah,

  • serta menjalankan konservasi biodiversitas dan mangrove.

Secara positioning, Nuanu mencoba berada di persimpangan antara:

  • eco-destination,

  • creative district,

  • smart city prototype,

  • dan ruang sosial modern.

Di sinilah Nuanu menjadi menarik secara editorial.

Mereka tidak hanya membangun tempat hiburan, tetapi mencoba menciptakan model “semi-utopian creative ecosystem” di Bali.

Simulasi Pengalaman di Nuanu Creative City

Bayangkan seorang pengunjung datang menjelang sore dari kawasan Canggu.

Ia memasuki area Nuanu melalui jalur pedestrian terbuka di Nuanu Park. Di sisi kanan, anak-anak bermain di playground, sementara komunitas kreatif mengadakan workshop kecil di amphitheatre.

Ketika malam tiba, area multimedia mulai menyala.

Instalasi seni futuristik berubah menjadi ruang visual interaktif. Musik ambient terdengar dari area terbuka, sementara pengunjung berjalan santai di antara lanskap hijau dan bangunan bambu modern.

Pengalaman seperti ini menjelaskan kenapa Nuanu sering disebut sebagai “glimpse into the future”.

Yang dijual bukan hanya tempat, tetapi suasana dan ritme pengalaman.

Kenapa Nuanu Creative City Penting untuk Masa Depan Bali?

Pada akhirnya, Nuanu Creative City bukan sekadar destinasi viral baru di Bali.

Kawasan ini merepresentasikan perubahan besar dalam:

  • cara orang berwisata,

  • cara kota kreatif dibangun,

  • dan bagaimana teknologi mulai menyatu dengan budaya serta ruang sosial modern.

Nuanu menunjukkan bahwa masa depan pariwisata kemungkinan tidak lagi hanya soal pemandangan alam, tetapi tentang pengalaman multidimensi yang menggabungkan:

  • seni,

  • komunitas,

  • teknologi,

  • wellness,

  • dan identitas budaya.

Apakah model seperti ini akan menjadi masa depan baru Bali? Atau justru memunculkan tantangan sosial baru?

Jawabannya mungkin baru terlihat beberapa tahun ke depan. Namun satu hal yang jelas, Nuanu Creative City telah membuka babak baru tentang bagaimana Bali membayangkan dirinya di era creative ecosystem dan experiential tourism.

Pantau terus perkembangan Nuanu Creative City dan transformasi wajah baru Bali di tengah perubahan tren wisata global.

Baca Juga: Nuanu Park Resmi Jadi Gerbang Publik Baru Nuanu Creative City, Hadirkan Bali yang Lebih Inklusif dan Futuristik

Baca Juga: Pramono soal 12 Altar Dewa Dewi di Tian Fu Gong: Bisa Jadi Magnet Wisata Religi Jakarta

FAQ

Apa itu Nuanu Creative City di Bali?

Nuanu Creative City adalah kawasan kreatif futuristik seluas sekitar 44 hektare di Nyanyi, Tabanan, Bali, yang menggabungkan seni, teknologi, budaya, wellness, edukasi, dan komunitas dalam satu ekosistem terintegrasi. Kawasan ini dikembangkan sebagai “city of the future” atau kota masa depan yang tetap mempertahankan keseimbangan alam dan identitas budaya Bali melalui filosofi “First Nature”.

Di mana lokasi Nuanu Creative City?

Nuanu Creative City berada di Jalan Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan, Bali. Lokasinya sekitar 10 menit dari Tanah Lot dan sekitar 20 menit dari Canggu. Kawasan ini berada di pesisir barat daya Bali yang kini berkembang menjadi pusat destinasi lifestyle, creative ecosystem, dan experiential tourism baru di Pulau Dewata.

Kenapa Nuanu Creative City disebut kota kreatif futuristik?

Nuanu Creative City disebut kota kreatif futuristik karena menggabungkan teknologi multimedia, instalasi seni, arsitektur modern, ruang komunitas, hingga konsep sustainability dalam satu kawasan. Berbeda dari destinasi wisata biasa, Nuanu mencoba membangun pengalaman imersif yang memadukan budaya Bali dengan teknologi modern seperti projection mapping, immersive art installation, dan ruang publik interaktif.

Apa saja yang ada di Nuanu Creative City?

Di dalam Nuanu Creative City terdapat berbagai area populer seperti Nuanu Park, Aurora Media Park, Luna Beach Club, serta instalasi seni Earth Sentinels. Kawasan ini juga rutin menggelar festival seni, wellness gathering, workshop kreatif, pertunjukan multimedia, dan berbagai aktivitas komunitas yang menyasar wisatawan lokal maupun internasional.

Apa yang membuat Nuanu Creative City berbeda dari wisata Bali lainnya?

Nuanu Creative City tidak hanya menjual pemandangan atau hiburan, tetapi menawarkan konsep experiential tourism dan creative lifestyle ecosystem. Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga merasakan pengalaman ruang yang menggabungkan seni, teknologi, alam, budaya, dan komunitas dalam satu alur perjalanan. Konsep seperti ini membuat Nuanu terasa lebih mirip distrik kreatif modern dibanding kawasan wisata konvensional.

Siapa pendiri Nuanu Creative City?

Pendiri Nuanu Creative City adalah Sergey Solonin, pengusaha teknologi asal Rusia yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan pembayaran Qiwi. Ia mengembangkan Nuanu sebagai proyek jangka panjang yang menggabungkan creative economy, teknologi, sustainability, dan ruang sosial modern di Bali.

Apa itu filosofi “First Nature” di Nuanu Creative City?

Filosofi “First Nature” adalah konsep utama yang digunakan Nuanu untuk memastikan pembangunan tetap berpijak pada keseimbangan alam. Pendekatan ini mencakup konservasi pohon, pengelolaan limbah, perlindungan biodiversitas, hingga pembangunan berbasis lanskap alami Bali. Filosofi tersebut menjadi bagian penting dari identitas Nuanu sebagai kawasan kreatif yang ingin memadukan inovasi modern dengan keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.