Pentingnya Mengeluarkan Laptop Saat Pemeriksaan Keamanan Di Bandara, Intip Alasannya

AKURAT.CO- Ketika memasuki bandara, penumpang akan melalui pemeriksaan fisik dan tas. Jika membawa laptop, kamu juga akan diminta untuk mengeluarkan laptop dari tas. Namun, mengapa hal ini dilakukan?
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (7/9/2023), alasan utamanya adalah karena baterai dan komponen mekanis lainnya dalam laptop terlalu padat untuk ditembus sinar-X.
Hal yang sama berlaku untuk kabel daya dan perangkat lain seperti tablet dan kamera. Dengan barang-barang ini tetap di dalam tas, petugas keamanan tidak dapat menggunakan citra sinar-X untuk menentukan apakah ada risiko.
Oleh karena itu, mereka harus melakukan pemeriksaan fisik pada tas, yang memperlambat proses pemeriksaan. Lebih mudah dan cepat jika semua perangkat elektronik dikeluarkan dari tas terlebih dahulu.
Selain itu, laptop yang tetap di dalam tas dapat menyembunyikan barang-barang lain yang mungkin berbahaya. Dalam beberapa kasus, penumpang mungkin diminta untuk menyalakan laptop mereka untuk membuktikan bahwa itu benar-benar adalah laptop yang berfungsi.
Contohnya, ada kasus di mana orang mencoba menyelipkan bagian senjata di antara komponen lain dalam upaya melewati pemeriksaan bagasi.
Dengan teknologi pemindaian yang lebih baru, petugas keamanan dapat melihat tas dari berbagai sudut untuk menentukan apakah ada sesuatu yang disembunyikan atau dimanipulasi menjadi sesuatu yang lain.
Beberapa bandara bahkan telah meningkatkan teknologi pemindaian 3D yang memungkinkan penumpang membawa tas mereka melalui pemeriksaan keamanan tanpa harus mengeluarkan laptop mereka.
Jika kamu tidak diminta untuk mengeluarkan laptop, kemungkinan karena salah satu sistem ini yang lebih canggih sedang digunakan.
Baca Juga: Cara Ngecas Laptop Dengan Aman, Bikin Baterai Tahan Lama
Teknologi AI di Bandara
Saat ini teknologi AI juga mulai diterapkan dalam keamanan bandara. Meskipun pemeriksaan oleh manusia masih diperlukan untuk mengidentifikasi potensi ancaman dalam gambar pemindaian.
Mungkin saja di masa depan AI tingkat lanjut akan dilatih untuk melakukannya menggunakan basis data gambar, yang akan mempercepat proses pemeriksaan secara signifikan.
Beberapa bandara sudah menggunakan pemindai computed tomography (CT) canggih untuk menghasilkan citra 3D definisi tinggi, dan teknologi ini bisa ditingkatkan lagi dengan bantuan AI untuk mendeteksi ancaman lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




