3 Penyebab Meningkatnya Angka Golput Hingga Diikuti Banyak Orang Pada Pilpres, Tanda Tidak Peduli Politik?

AKURAT.CO Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024, maka golput (golongan putih) kembali disebut-sebut karena adanya pengaruh suatu kelompok yang menyuarakan untuk memengaruhi calon pemilih lainnya.
Sebenarnya, ada banyak penyebab golput yang membuat seseorang tidak bisa mencoblos pada pemilihan umum (pemilu) yang akan datang.
Golput sendiri diartikan sebagai sikap seseorang yang cuek, apatis, atau tidak mau tahu tentang isu politik dan akhirnya memilih untuk tidak berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencblos.
Dikutip situs resmi Pusat Edukasi Antikorupsi, Senin (23/10/2023), berikut ini sejumlah penyebab meningkatnya seseorang yang memilih golput setiap menjelang pemilu.
Penyebab Meningkatnya Angka Golput
1. Sikap apatis terhadap politik
Salah satu faktor penyebab tingginya angka golput adalah masyarakat yang apatis terhadap politik atau acuh tak acuh.
Baca Juga: Arti Golput Dalam Pemilihan Umum, Bukan Jadi Pilihan Untuk Mewujudkan Politik Berintegritas!
Biasanya, masyarakat ini tidak lagi peduli dengan masalah politik yang terjadi di negaranya, bahkan tidak peduli risiko golput yang terkait dengan tidak memilih setiap pemilu tiba.
Banyak dari golongan mereka yang percaya bahwa memilih atau tidak memilih tetap tidak mendapatkan dampak positif setelah pemilihan.
Bahkan mereka juga menganggap tidak ada perubahan sehingga memilih untuk tidak peduli dan tidak percaya lagi pada pemilu, karena berita tentang pemimpin dan wakil rakyat yang korupsi tetap semakin meningkat.
Tetapi golput bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, antikorupsi, adil, dan merata, perlu orang-orang yang bijak dalam memilih calon pemimpin yang berintegritas dan antikorupsi dalam pemilu.
2. Masyarakat yang tidak difasilitasi untuk memilih
Dalam pemilu, seluruh warga Indonesia, termasuk penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan hak pilihnya sendiri.
Namun ternyata, mereka sering tidak dapat mencoblos karena keterbatasan fasilitas untuk mereka yang istimewa.
Misalnya, tidak ada bantuan untuk mengunjungi TPS dan tidak ada surat suara khusus bagi disabilitas yang ingin ikut memilih.
Padahal, warga negara Indonesia ada 1,2 juta pemilih disabilitas di tahun 2019. Karena masalah mobilitas tersebut, banyak disabilitas tidak dapat mencoblos.
Selain itu, banyak TPS yang tidak menyediakan fasilitas khusus untuk disabilitas, seperti harus melewati anak tangga sehingga membuatnya sulit sebagai pengguna kursi roda.
3. Tidak tahu informasi mengenai pemilu yang akan diadakan
Umumnya, sebulan sebelum hari pencoblosan, sudah ada survei LSI untuk pelaksanaan pemilu kepada seluruh warga Indonesia yang tidak mengetahui tanggal pastinya pemilu.
Baca Juga: Gerindra Ajak Warga NU Tak Golput, Jokowi-Prabowo Sudah Beri Contoh
Seperti di tahun 2019 silam, ternyata ada 1.200 orang yang disurvei atau 29,5 persen menyatakan bahwa mereka tidak tahu adanya pemilu yang diadakan pada bulan April 2019.
Sementara 24,2 persen dari mereka yang mngetahui bulan pemilu menyatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan hari atau tanggal tepatnya dilaksanakan pemilu.
Itulah penjelasan lengkap dari tiga penyebab utama yang membuat seseorang memilih untuk golput dalam pemilu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







