Waspada Link Donasi Palsu, Ini Cara Memastikan Keasliannya

AKURAT.CO Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat kini dapat berdonasi dengan mudah melalui tautan (link) penggalangan dana secara online.
Cukup dengan beberapa klik, bantuan dalam bentuk uang dapat langsung disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan melalui link donasi palsu.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memastikan bahwa tautan donasi yang diterima benar-benar kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berikut beberapa langkah untuk memastikan keaslian link donasi:
Pastikan berasal dari sumber resmi, seperti situs web atau akun media sosial resmi organisasi/lembaga terpercaya.
Periksa keamanan situs, pastikan alamat website menggunakan HTTPS (ditandai dengan ikon gembok di bilah alamat).
Telusuri profil lembaga, termasuk alamat kantor, nomor telepon, serta rekam jejak dan reputasinya.
Hindari klik tautan dari pesan tak dikenal, baik melalui email, SMS, maupun aplikasi percakapan.
Gunakan platform donasi terpercaya yang telah memiliki reputasi baik dan sistem verifikasi yang jelas.
Jika masih ragu, sebaiknya hubungi langsung organisasi atau lembaga yang bersangkutan untuk memastikan keaslian program donasi tersebut. Keamanan data pribadi dan dana yang Anda salurkan harus menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Guru dan Orang Tua Jangan sampai Tertinggal di Era AI
Cara Memblokir Rekening Penipu
Selain link donasi palsu, modus penipuan melalui transfer rekening juga kian marak.
Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mentransfer uang, terutama kepada pihak yang baru dikenal.
Selalu lakukan check and recheck sebelum melakukan transaksi keuangan.
Jika terlanjur menjadi korban atau menemukan rekening yang diduga digunakan untuk penipuan, berikut langkah yang dapat dilakukan:
Hubungi call center bank terkait dan laporkan dugaan penipuan.
Sampaikan detail rekening pelaku dan transaksi mencurigakan secara lengkap.
Minta pemblokiran sementara rekening terlapor untuk mencegah dana berpindah.
Laporkan ke pihak kepolisian agar dapat diproses secara hukum.
Pastikan Anda menyimpan bukti transfer, tangkapan layar percakapan, serta data pendukung lainnya untuk mempercepat proses penanganan.
Meningkatkan literasi digital dan kewaspadaan menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban penipuan di era transaksi serba online.
Laporan: Marta Anunciata Wea/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









