Masjid Al-Ikhlas PIK Jadi Pusat Ramadan Festival, Seni Islami hingga UMKM Meriahkan Perayaan

AKURAT.CO Masjid Al-Ikhlas PIK menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam gelaran Ramadan Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari.
Festival ini menghadirkan perpaduan syiar Islam, seni budaya, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang diinisiasi melalui program CSR PIK2 tersebut menyuguhkan berbagai perlombaan seni Islami, seperti lomba tabuh bedug sholawat, hadroh kreasi, dan marawis umum yang diikuti peserta dari berbagai daerah.
Rangkaian kompetisi tersebut menampilkan musik religi yang memadukan irama bedug, lantunan sholawat, hingga aransemen musik tradisional khas Nusantara.
Selama festival berlangsung, halaman masjid dipadati masyarakat yang datang untuk menyaksikan penampilan peserta sekaligus menikmati suasana Ramadan.
Pengunjung juga disuguhkan bazar kuliner dari UMKM binaan Agung Sedayu Group yang menyediakan beragam menu berbuka puasa.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Ikhlas, Eka Agus, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus memperkuat kolaborasi sosial di tengah masyarakat.
“Festival Ramadan ini merupakan bagian dari program Al-Ikhlas yang berkolaborasi dengan CSR PIK2. Ada bazar UMKM, akustik, serta lomba hadroh, marawis, dan tabuh bedug,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pengurus masjid dan program CSR mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga memberikan dampak sosial.
Baca Juga: Iran Belum Resmi Mundur dari Piala Dunia, Masih Nego FIFA agar Laga Dipindah ke Meksiko
“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik, bisa saling bersinergi dan memakmurkan masjid. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain hiburan dan bazar kuliner, festival juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis serta pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial Ramadan.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Ramadan Festival diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus menjaga tradisi seni Islami tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










