Akurat
Pemprov Sumsel

Stres Bisa Picu Rambut Rontok Parah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Redaksi Akurat | 2 April 2026, 23:28 WIB
Stres Bisa Picu Rambut Rontok Parah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi rambut rontok.

AKURAT.CO Tahukah Anda bahwa stres dapat membuat rambut rontok hingga dua kali lipat dari kondisi normal?

Dalam kondisi biasa, seseorang kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Namun, saat mengalami tekanan berlebih, jumlah tersebut bisa meningkat drastis.

Fenomena ini bukan sekadar mitos. Ada penjelasan ilmiah di balik hubungan antara stres dan kerontokan rambut. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengatasinya dengan lebih tepat.

Penyebab Utama Rambut Rontok Akibat Stres

1. Hormon Kortisol Mengganggu Siklus Rambut
Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.

Hormon ini dapat mempercepat fase istirahat rambut (telogen), sehingga rambut rontok lebih cepat dari seharusnya.

Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara yang biasanya terjadi 2–3 bulan setelah mengalami stres berat.

Meski terlihat mengkhawatirkan, rambut sebenarnya tidak mati dan dapat tumbuh kembali setelah kondisi membaik.

2. Aliran Darah ke Kulit Kepala Berkurang
Stres juga memicu pelepasan adrenalin yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, termasuk di kulit kepala.

Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi penting seperti protein dan zat besi menjadi berkurang.

Kondisi ini membuat folikel rambut melemah, sehingga rambut lebih mudah rontok dan tampak menipis.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Terganggu
Pada beberapa kasus, stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem imun dan memicu kondisi seperti alopecia areata.

Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh justru menyerang folikel rambut, sehingga muncul kebotakan berbentuk bercak.

Meski relatif jarang, kondisi ini memerlukan penanganan medis.

Baca Juga: Cara Efektif Cegah Bau Mulut Saat Pakai Behel, Jangan Sampai Ganggu Percaya Diri

4. Pola Hidup Memburuk Saat Stres
Stres sering kali diikuti kebiasaan tidak sehat, seperti kurang tidur, pola makan buruk, dan minim perawatan diri.

Kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B, zinc, dan protein dapat memperparah kerontokan rambut.

Kebiasaan seperti menyisir rambut terlalu kasar atau jarang keramas juga bisa memperburuk kondisi.

Perbedaan Rambut Rontok karena Stres dan Faktor Lain

Kerontokan akibat stres umumnya bersifat sementara dan terjadi secara merata di seluruh kepala. Kondisi ini biasanya membaik setelah stres terkelola dan gaya hidup kembali sehat.

Sebaliknya, kerontokan akibat faktor genetik atau penyakit tertentu cenderung memiliki pola khusus, berlangsung terus-menerus, dan sering disertai gejala lain seperti penipisan di area tertentu.

Cara Mengatasi Rambut Rontok Akibat Stres

Untuk mengurangi kerontokan, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan:

  • Kelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam

  • Tidur cukup 7–8 jam setiap malam

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, vitamin, dan mineral

  • Rutin berolahraga ringan

  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik

  • Konsultasikan ke dokter jika kerontokan berlanjut atau semakin parah

Dengan penanganan yang tepat, kerontokan rambut akibat stres umumnya dapat pulih dalam beberapa bulan. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.

Laporan: Amalia Febriyani/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.