Jalin Kemitraan Blended Finance untuk Pendidikan Iklim, Bakti Barito dan Kitabisa Targetkan Investasi Sosial Rp13 Miliar

AKURAT.CO Bakti Barito bersama Kitabisa.org mengumumkan kolaborasi pembentukan dana abadi dengan target untuk menghasilkan total investasi sosial lebih dari Rp13 miliar, guna mendukung pendidikan iklim dan memperluas program Green Guardians.
Green Guardians adalah program pendidikan iklim holistik, yang diinisiasi oleh Bakti Barito, untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan dan sumber daya. Yang dibutuhkan untuk mitigasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim melalui kesadaran lingkungan.
Untuk memperkuat upaya ini, Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik, sementara Kitabisa.org turut memberikan pendanaan tambahan. Bersama-sama, keduanya ingin membangun dukungan nyata bagi pendidikan perubahan iklim di sekolah-sekolah Indonesia melalui jangkauan digital Kitabisa.org dan metodologi terukur Bakti Barito.
"Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan (matching) donasi publik dan reinvestasi strategis," kata Ketua Kitabisa.org, Alfatih Timur, melalui keterangannya, Senin (27/4/2026).
"Dengan memanfaatkan model Wakaf Produktif, kami memastikan bahwa setiap rupiah bekerja lebih keras. Struktur blended finance ini menciptakan ekosistem pendanaan berkelanjutan yang akan mendukung pendidikan iklim selama bertahun-tahun," tambahnya.
Direktur Bakti Barito, Dian A. Purbasari, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendukung Program Adiwiyata melalui program Green Guardians. Menurutnya, ini adalah program pemerintah yang sangat bagus dan telah memberikan dampak nyata bagi sekolah-sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan. .
Baca Juga: Anak Muda Didorong Lawan Budaya Konsumsi Berlebih, FOMO Jadi Biang Krisis Iklim
"Kami bangga bermitra dengan Kitabisa.org dalam pembentukan dana abadi ini yang merupakan suatu inovasi blended financing pertama dalam hal pendidikan perubahan iklim bagi generasi penerus. Kami memandang program Green Guardians sebagai sebuah upaya kolaboratif. Dan kami secara aktif mengundang perusahaan serta organisasi filantropi lainnya untuk bergabung bersama kami dalam memperluas kemitraan ini guna menjangkau lebih banyak siswa di seluruh negeri," terangnya.
Bakti Barito dan Kitabisa.org akan membuka pintu kolaborasi kepada semua pihak yang berniat untuk mencapai kemajuan bersama dalam hal pendidikan lingkungan sebanyak mungkin melalui tiga aktivitas utama:
● Peningkatan kapasitas guru mengenai topik-topik perubahan iklim dan konservasi energi, air dan keanekaragaman hayati;
● Dukungan pendampingan yang disesuaikan pada setiap sekolah agar dapat meraih Penghargaan Adiwiyata. Dimana dukungan pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat peran kader Adiwiyata sebagai agen perubahan lingkungan di sekolah. Para kader akan terlibat langsung dalam kegiatan praktis terkait pendidikan iklim dan pengelolaan sampah seperti kampanye pengurangan plastik sekali pakai, dan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Melalui pendekatan partisipatif ini, siswa tidak hanya memahami isu lingkungan secara teoritis tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam menciptakan sekolah yang lebih bersih, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
● Dukungan sarana untuk mencapai sekolah yang bersih, sehat, lestari dan siap menghadapi perubahan iklim.
Baca Juga: Lawan Polusi dan Perubahan Iklim, PIK Hadirkan Solusi Hijau Lewat Pohon Trembesi hingga Mangrove
Dra. Jo Kumala Dewi selaku Tenaga Ahli Bidang Pembinaan Prilaku Peduli Lingkungan dan Pengembangan Komunitas Peduli Lingkungan Hidup, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan PengendalianLingkungan Hidup, turut menyambut baik inisiatif ini.
"Kolaborasi inovatif ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan upaya kementerian dalam mempercepat pencapaian sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh terhadap krisis iklim," ujarnya.
Struktur pendanaan inovatif ini dirancang untuk mengoptimalkan dampak serta menjamin jalannya program di masa depan. Sebanyak 70 persen dari anggaran tahunan akan dialokasikan langsung untuk implementasi program di 222 sekolah menuju sekolah Adiwiyata selama lima tahun ke depan .
Sementara, 30 persen sisanya akan disalurkan ke dana abadi Wakaf Produktif yang secara khusus diperuntukkan bagi keberlanjutan program Green Guardians dan pengembangan kader Adiwiyata di masa yang akan datang.
Melalui kerja sama publik-swasta yang inovatif ini, Kitabisa.org dan Bakti Barito optimistis menciptakan model blended finance yang dapat diperluas bagi filantropi, perusahaan serta keterlibatan publik.
Dengan membuka program Green Guardians bagi lebih banyak mitra, kerja sama ini memastikan semakin banyak siswa-siswi Indonesia siap secara akademis dan praktis dalam menghadapi krisis iklim global.
Baca Juga: Ancaman Krisis Pangan 2030: Dampak Perubahan Iklim yang Mulai Terasa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





