Akurat Logo

7 Barang Favorit yang Harganya Dipengaruhi Kurs Dolar, Gadget dan Kosmetik Impor Bisa Ikut Mahal?

Putri Chandra | 4 Juni 2026, 12:16 WIB
7 Barang Favorit yang Harganya Dipengaruhi Kurs Dolar, Gadget dan Kosmetik Impor Bisa Ikut Mahal?
Ilustrasi, barang favorit yang harganya dipengaruhi kurs dolar. (OpenAI)

AKURAT.CO Inilah beberapa barang favorit yang harganya dipengaruhi kurs dolar, sehingga harga pasaran bisa meningkat.

Pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan bisnis, tetapi juga memengaruhi harga berbagai barang yang sering digunakan masyarakat.

Ketika dolar menguat, biaya impor menjadi lebih mahal sehingga harga sejumlah produk di pasaran berpotensi mengalami kenaikan.

Mulai dari smartphone, laptop, hingga kosmetik impor, banyak barang favorit konsumen yang sensitif terhadap perubahan kurs dolar.

Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Rencana Israel Memperluas Wilayah Pendudukan di Gaza

Karena itu, penting untuk mengetahui produk apa saja yang paling terdampak agar dapat mengatur pengeluaran dengan lebih bijak.


Barang Favorit yang Harganya Dipengaruhi Kurs Dolar

1. Smartphone dan Gadget

Sebagian besar elektronik seperti iPhone, smartphone Android, tablet, smartwatch, dan aksesori elektronik diproduksi atau menggunakan komponen dari luar negeri.

2. Laptop dan Komputer

Laptop, PC rakitan, prosesor, RAM, SSD, hingga kartu grafis juga termasuk roduk teknologi yang umumnya diperdagangkan menggunakan dolar AS.

3. Mobil dan Suku Cadang Impor

Kenaikan dolar dapat meningkatkan harga jual dan biaya perawatan terhadap mobil impor, motor premium, ban, dan spare part kendaraan.

Baca Juga: Produksi Minyak PHI Lampaui Target 2025, Cadangan Migas Melonjak

4. Produk Fashion Branded

Tas, sepatu, pakaian, dan jam tangan merek internasional. Harga biasanya mengikuti nilai tukar mata uang asing.

5. Kosmetik dan Skincare Impor

Biaya produk kecantikan impor dari Korea, Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat akan lebih tinggi sehingga bisa dapat memengaruhi harga di pasaran.

6. Makanan dan Minuman Impor

Keju, cokelat, buah-buahan impor, daging impor, dan minuman premium. Harga produk cenderung naik saat rupiah melemah terhadap dolar.

7. Obat-obatan dan Alat Kesehatan

Obat tertentu, vitamin impor, alat medis, dan bahan baku farmasi. Banyak produk kesehatan masih bergantung pada impor sehingga sensitif terhadap perubahan kurs.


FAQ

1. Mengapa harga barang impor dipengaruhi kurs dolar?
Karena sebagian besar transaksi perdagangan internasional menggunakan dolar AS. Saat dolar naik, biaya impor menjadi lebih mahal sehingga harga jual produk dapat ikut meningkat.

2. Apakah smartphone termasuk barang yang terdampak kenaikan dolar?
Ya. Smartphone dan gadget umumnya menggunakan komponen impor atau diproduksi di luar negeri sehingga sensitif terhadap perubahan nilai tukar.

3. Mengapa harga skincare impor bisa naik saat dolar menguat?
Produk kecantikan dari Korea, Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat harus melalui proses impor yang biayanya meningkat ketika nilai tukar rupiah melemah.

4. Apakah makanan impor juga terdampak kurs dolar?
Tentu. Produk seperti keju, cokelat, buah impor, dan minuman premium biasanya mengalami kenaikan harga saat biaya impor meningkat.

5. Bagaimana cara mengantisipasi kenaikan harga akibat dolar naik?
Masyarakat dapat mempertimbangkan produk lokal, memanfaatkan promo, atau membeli kebutuhan tertentu sebelum harga mengalami penyesuaian.


Kesimpulan

Kenaikan kurs dolar dapat memengaruhi harga berbagai barang favorit yang berasal dari luar negeri atau menggunakan komponen impor.

Smartphone, laptop, kendaraan, produk fashion, skincare, makanan impor, hingga obat-obatan merupakan beberapa kategori yang paling rentan terdampak.

Dengan memahami hubungan antara kurs dolar dan harga barang, masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur anggaran serta menentukan waktu yang tepat untuk berbelanja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.