Akurat Logo

8 Cara Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu, Tetap Bersih dan Awet Berbulan-bulan

Putri Chandra | 25 Juni 2026, 20:15 WIB
8 Cara Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu, Tetap Bersih dan Awet Berbulan-bulan
Cara Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu. (Freepik)

AKURAT.CO Cara menyimpan beras agar tidak berkutu sangat penting agar kualitasnya tetap terjaga.

Kutu beras biasanya muncul karena kondisi penyimpanan yang lembap, suhu terlalu hangat, atau adanya telur serangga yang sudah terbawa sejak proses penyimpanan.

Beras merupakan bahan makanan pokok yang hampir selalu tersedia di setiap rumah. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami masalah beras berkutu.

Kondisi ini bisa terjadi akibat penyimpanan yang kurang tepat, seperti tempat yang lembap, suhu terlalu panas, atau wadah yang tidak tertutup rapat. 

Baca Juga: 5 Cara Cek Kuota Telkomsel dengan Mudah, Bisa Lewat Kode Dial hingga WhatsApp

Oleh karena itu, penting mengetahui cara menyimpan beras agar tidak berkutu sehingga kualitas, kebersihan, dan cita rasanya tetap terjaga lebih lama.


Cara Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar beras tidak mudah berkutu:

1. Simpan dalam wadah tertutup rapat

Gunakan wadah berbahan plastik tebal, kaca, atau logam yang memiliki penutup rapat. Wadah kedap udara dapat mencegah kutu dan serangga lain masuk ke dalam beras.

2. Pastikan beras disimpan dalam kondisi kering

Jangan menyimpan beras yang terkena air atau berada di tempat lembap. Kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan memicu munculnya hama.

3. Letakkan di tempat yang sejuk 

Simpan beras di area yang bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menaruhnya dekat kompor atau tempat yang panas.

Baca Juga: Ketua BEM Minta Maaf

4. Masukkan daun alami pengusir kutu

Beberapa orang menggunakan daun salam, daun jeruk, atau bawang putih yang diletakkan di dalam wadah beras. Aroma alami dari bahan-bahan tersebut dipercaya membantu mengurangi risiko kutu.

5. Jangan mencampur beras lama dan beras baru

Sebaiknya habiskan beras lama terlebih dahulu sebelum menambahkan stok baru. Cara ini membantu mencegah penyebaran kutu dari beras yang sudah lama disimpan.

6. Bersihkan wadah secara rutin

Sebelum mengisi ulang beras, cuci dan keringkan wadah hingga benar-benar bersih. Sisa beras lama yang tertinggal bisa menjadi tempat berkembangnya telur kutu.

7. Simpan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan

Membeli beras dalam jumlah terlalu banyak untuk disimpan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko munculnya kutu. 

8. Gunakan kulkas atau freezer jika diperlukan

Jika ingin menyimpan beras dalam waktu lama, beras bisa dimasukkan ke dalam wadah tertutup lalu disimpan di kulkas atau freezer. Suhu dingin dapat membantu mencegah perkembangan kutu dan telurnya.


FAQ

1. Kenapa beras bisa berkutu?

Beras dapat berkutu karena adanya telur serangga yang terbawa sejak proses penyimpanan atau distribusi. Kondisi lembap dan hangat juga dapat mempercepat perkembangan kutu di dalam beras.

2. Apakah daun salam benar-benar bisa mencegah kutu beras?

Daun salam sering digunakan sebagai cara alami untuk membantu mengurangi risiko kutu pada beras. Aroma khasnya dipercaya tidak disukai oleh beberapa jenis serangga.

3. Bolehkah beras disimpan di kulkas?

Ya, beras dapat disimpan di kulkas dalam wadah tertutup rapat. Suhu dingin membantu menghambat perkembangan kutu dan menjaga kualitas beras lebih lama.

4. Berapa lama beras bisa disimpan?

Jika disimpan dengan benar di tempat yang kering dan sejuk, beras umumnya dapat bertahan selama beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung jenis berasnya.

5. Apakah aman mengonsumsi beras yang sudah berkutu?

Beras yang berkutu masih bisa dibersihkan dan dicuci sebelum dimasak. Namun, jika sudah berbau apek, berubah warna, atau terkontaminasi jamur, sebaiknya tidak dikonsumsi.


Kesimpulan

Menyimpan beras agar tidak berkutu sebenarnya cukup mudah jika dilakukan dengan cara yang tepat. 

Gunakan wadah tertutup rapat, simpan di tempat yang kering dan sejuk, serta bersihkan wadah secara rutin sebelum mengisi ulang stok beras. 

Selain itu, hindari mencampur beras lama dan baru serta manfaatkan bahan alami seperti daun salam atau penyimpanan di kulkas untuk perlindungan tambahan. 

Dengan langkah-langkah tersebut, beras akan tetap awet, bersih, dan siap dikonsumsi kapan saja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.