Apa Itu Brain Rot? Istilah Viral yang Banyak Dibahas Gen Z

AKURAT.CO Istilah brain rot belakangan semakin sering muncul di media sosial dan menjadi perbincangan, terutama di kalangan Gen Z.
Kondisi ini menggambarkan menurunnya kemampuan seseorang untuk fokus dan berpikir jernih akibat terlalu sering mengonsumsi konten digital, khususnya video berdurasi pendek.
Meski bukan gangguan mental yang diakui secara resmi, brain rot dapat memengaruhi produktivitas, konsentrasi, hingga kemampuan berpikir kritis jika kebiasaan tersebut terus dibiarkan.
Lantas, apa itu brain rot, apa saja ciri-cirinya, dan bagaimana cara mengatasinya?
Baca Juga: Potongan Aplikasi Ojol Jadi 8 Persen Perlu Diperkuat Payung Hukum Permanen
Apa Itu Brain Rot?
Menurut psikolog Bayu Suseno, S.Psi., M.Psi., brain rot adalah kondisi ketika kemampuan otak untuk fokus, berpikir jernih, dan berkonsentrasi mulai menurun akibat terlalu sering mengonsumsi konten digital, terutama video berdurasi pendek seperti reels atau konten singkat di media sosial.
Hal ini terjadi karena otak terus-menerus menerima banyak informasi dalam waktu yang sangat singkat.
Akibatnya, otak menjadi terbiasa dengan hiburan yang serba cepat sehingga lebih sulit mempertahankan fokus saat harus membaca, belajar, atau mengerjakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.
Meski bukan termasuk gangguan mental yang diakui secara resmi, brain rot sering dikaitkan dengan kebiasaan penggunaan gadget dan media sosial yang berlebihan.
Dampaknya bisa berupa rentang perhatian yang semakin pendek, sulit berpikir kritis, mudah bosan, hingga merasa gelisah ketika tidak membuka ponsel.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, hingga mengendalikan emosi dengan baik.
Ciri-Ciri Brain Rot yang Perlu Diwaspadai
1. Sulit Fokus dalam Waktu Lama
Kamu merasa cepat kehilangan konsentrasi saat membaca buku, belajar, atau bekerja. Baru beberapa menit fokus, perhatian sudah beralih ke ponsel atau media sosial.
2. Terlalu Sering Scroll Media Sosial
Tanpa disadari, kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat video pendek atau unggahan di media sosial, bahkan saat tidak ada tujuan tertentu.
3. Mudah Bosan
Aktivitas yang membutuhkan proses lebih lama, seperti membaca artikel, menonton film berdurasi panjang, atau mengerjakan tugas, terasa membosankan dibandingkan menonton video singkat.
4. Rentang Perhatian Menjadi Pendek
Kamu kesulitan mengikuti pembahasan yang panjang karena otak sudah terbiasa menerima informasi secara cepat dan singkat.
5. Sering Lupa Hal-Hal Kecil
Terlalu banyak menerima informasi dalam waktu singkat bisa membuat otak kesulitan menyimpan dan mengingat informasi penting.
6. Sulit Berpikir Mendalam
Kamu cenderung ingin mendapatkan informasi yang instan dan merasa kesulitan menganalisis atau memahami topik yang lebih kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Jadwal Lengkap Pertandingan Babak Knockout
- 2Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 3Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
- 4KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 5Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 6Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 7Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 8Prediksi Skor Prancis vs Swedia Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Riwayat Head to Head, Perkiraan Susunan Pemain, dan Statistik
- 998 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital
- 10Dukung Penguatan Kerja Sama Strategis, Presiden Lukashenko Sambut Baik Wacana Pembukaan Kedubes RI di Belarus




