AKURAT.CO, Badan Kebijakan Moneter & Jasa Keuangan KADIN Indonesia Ajib Hamdani menyatakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PBD), tetapi hanya baru mendapatkan aset kredit tidak sampai 20 persen.
“ Sekali lagi UMKM telah menopang lebih dari 60 persen dari PDB tapi hanya mendapatkan aset kredit enggak sampai 20 persen. Memang kami menyadari para pelaku UMKM di bawah bank atau industri keuangan adalah industri yang high regular yang sah,” ucap Badan Kebijakan Moneter & Jasa Keuangan KADIN Indonesia Ajib Hamdani dalam webinar Akurat.co bertema " UMKM Goes To Global Market didukung oleh Bank BNI, PT Jamkrindo dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)", Rabu (20/7/2022).
Ia menjelaskan bahwa UMKM sangat memerlukan keberpihakan para stakeholder termasuk terhadap industri keuangan. Ajib juga memaparkan tantangan yang terjadi kepada para pelaku UMKM untuk ekspor.
Pertama adalah akses ke pasar yang lebih luas, kedua penguatan kerja sama dengan ekosistem diaspora Indonesia. Ketiga peningkatan kapabilitas UMKM melalui program edukasi, pendampingan, dan konsultasi bisnis yang cepat dan berkualitas serta yang keempat perizinan cenderung complicated.
“Tinggal bagaimana kemudian para pelaku UMKM bisa lebih ke pasar yang lebih luas dan bisa lebih mempunyai brand serta bisa bersaing. Ini tentunya bisa menjadi PR bagi kita semua,” terangnya.
Sementara di sisi lain, lanjutnya, BNI juga memiliki 8 juta diaspora. Dengan begitu, menjadi harapan bagi para pelaku UMKM yang mana ini juga termasuk infrastruktur yang dimiliki negara di masing-masing daerah.
“Misalnya di masing-masing negara itu seharusnya mereka menjadi show case-nya kita. Mereka seharusnya bisa menjadi marketing bukan hanya menjadi market. Misalnya nih kita punya produk bagus tapi ini tidak bisa disampaikan karena marketingnya tidak bagus,” jelasnya.
“Kita para pelaku UMKM di Indonesia ini terutama di daerah-daerah itu mereka fokus produksi saja pusing. Bagaimana mereka bisa berpikir produk mereka banyak ini bisa diketahui oleh pasar luar,” tuturnya.
Sekadar informasi, sebelumnya Wakil Ketua Umum KADIN Shinta Kamdani mengatakan pihaknya bersama dengan pemerintah tengah berfokus pada upaya pengembangan UMKM agar dapat masuk ke pasar global. Upaya ini merupakan salah satu persiapan mencapai akselerasi perekonomian melalui keberhasilan transisi pandemi ke endemi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





