AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin menyambut baik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka karena dapat memberdayakan pelaku UMKM.
"Program ini tidak hanya bicara soal konsumsi, tapi juga proses rantai produksi yang dapat menggerakkan UMKM. Maka dari itu, program ini diperkirakan mampu menghasilkan multiplier effect secara ekonomi hingga lebih dari enam kali lipat akibat keterkaitan tersebut,” kata Puteri, dikutip Rabu (21/8/2024).
Puteri menyoroti peran UMKM dalam program MBG. Menurut dia, keterlibatan UMKM dalam program tersebut sangatlah dibutuhkan. Sebab, program MBG nantinya dapat menjadi motor untuk menggerakkan UMKM, tidak hanya pada sektor katering, tapi juga UMKM di sektor pertanian hingga peternakan untuk memenuhi pasokan beras hingga lauk pauk.
Ia mengatakan pasokan untuk para UMKM yang terlibat bisa dipenuhi dari Badan Usaha Milik Desa, maupun koperasi di desa. “Dalam hal ini, pasokannya bisa dipenuhi dari Badan Usaha Milik Desa, maupun koperasi di desa," ujarnya.
Baca Juga: Program MBG Masuk Anggaran Pendidikan Rp700 Triliunan, Nomenklatur Masih Dibahas
Menurutnya, program itu menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan gizi anak, sebagaimana termuat dalam RAPBN 2025 yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Pidato Pengantar RAPBN 2025 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jumat (16/8).
Menurutnya, program itu menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan gizi anak, sebagaimana termuat dalam RAPBN 2025 yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Pidato Pengantar RAPBN 2025 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jumat (16/8).
Puteri menilai program MBG juga diperkirakan mampu membantu menghapus kelaparan akut dan kronis, serta meningkatkan rata-rata pertumbuhan berat sebesar 0,37 kg per tahun dan tinggi sebesar 0,54 cm per tahun. “Peningkatan gizi ini sangatlah penting untuk mencetak generasi yang cerdas, sehat, terampil, dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menuturkan, program MBG memiliki manfaat dalam meningkatkan tingkat partisipasi anak pada sekolah dan pesantren hingga mencapai 10%. Ia menegaskan, bahwa program seperti ini memang sudah teruji dan sudah diterapkan di sejumlah negara lain di dunia.
“Maka tidak heran, program seperti ini juga sudah diterapkan pada 76 negara di dunia,” tambah Puteri.
Ia mengakui, bahwa pihaknya di DPR akan terus melakukan pembahasan dan pendalaman bersama pemerintah, terutama dari segi pengalokasian anggaran, tahapan pelaksanaan, hingga tata kelola pelaksanaannya. “Kami terus melakukan pembahasan, supaya nantinya program ini bisa berjalan dengan baik, maksimal, dan tepat sasaran. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah untuk terus melakukan penyempurnaan terkait program ini," imbuh Puteri.
Sebelumnya, pada Pidato Pengantar RAPBN 2025 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jumat (16/8/2024) Presiden Jokowi menyebut bahwa Program MBG akan diarahkan untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi masyarakat kecil. “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diarahkan untuk meningkatkan gizi anak sekaligus memberdayakan UMKM, dan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil di daerah,” ucap Jokowi.
Jokowi juga menegaskan program tersebut, nantinya akan dilakukan melalui proses yang bertahap, selaras dengan kesiapan teknis serta kelembagaan dan tata kelola yang akuntabel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








