AKURAT.CO Kementerian Koperasi dan UKM mempromosikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Indonesia pada forum Pertemuan Kelompok Kerja UMKM APEC (SMEWG) Ke-58 di Pucallpa, Peru pada 9-13 September 2024.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemenkop UKM, Riza Damanik saat berbicara pada salah satu lokakarya forum tersebut, Rabu (11/9/2024), mengatakan bahwa RPB dibangun untuk membantu para pelaku UMKM Indonesia dalam mengakses teknologi sehingga dapat menghasilkan produk inovatif.
“Kami setuju bahwa untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi, menjaga keberlanjutan lingkungan dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan berkualitas, UMKM membutuhkan akses inovasi dan teknologi,” kata Riza Damanik dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Dalam acara yang diikuti oleh perwakilan ekonomi APEC yang membidangi UMKM tersebut, Riza menambahkan bahwa kehadiran RPB juga penting, mengingat mayoritas pelaku usaha di Indonesia adalah skala mikro dan kecil yang cenderung punya keterbatasan akses terhadap modal, informasi, bahan baku dan sumber daya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan proyek percontohan Rumah Produksi Bersama yang dikelola oleh koperasi. “RPB menghimpun pelaku usaha mikro dan kecil yang menghasilkan komoditas unggulan lokal untuk mengakses teknologi yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.
Tak hanya itu, Riza menyebut Kemenkop UKM juga sedang dan telah menyiapkan 12 RPB untuk mendukung hilirisasi komoditas unggulan ekonomi lokal di tiap-tiap daerah, seperti bambu di NTT, cokelat di Bali, nilam di Aceh dan kulit di Garut, Jawa Barat. Kemenkop UKM saat ini telah membangun beberapa RPB sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan.
Ada delapan lokasi RPB yang telah terbangun, yakni rumah produksi bersama untuk komoditas cabai di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara; kulit di Kabupaten Garut; rotan di Kabupaten Sukoharjo; susu di Yogyakarta; kakao di Jembrana, Bali; karet di Tanah Laut, Kalimantan Selatan; garam di Pangkep, Sulawesi Selatan; dan bambu di Manggarai Barat, NTT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









