Akurat
Pemprov Sumsel

SFTC, Pusat Pelatihan Hasil Kerja Sama RI-Korea Topang Transformasi UMKM

Demi Ermansyah | 3 Desember 2024, 18:05 WIB
SFTC, Pusat Pelatihan Hasil Kerja Sama RI-Korea Topang Transformasi UMKM

AKURAT.CO Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan semakin kuat dengan peresmian Korea-Indonesia Smart Factory Training Center (SFTC), menanggapi hal tersebut Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menyebut pusat pelatihan ini tentunya akan menjadi sebuah langkah penting dalam transformasi UMKM di Indonesia menuju era Industri 4.0.

“Pusat pelatihan ini menjadi simbol kolaborasi kuat antara kedua negara. Dengan memanfaatkan teknologi IoT dan sistem R&D terintegrasi, kita optimistis UMKM Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif,” kata Maman pada saat peresmian SFTC di Universitas Bina Nusantara (Binus), Selasa (3/12/2024).

Kolaborasi ini, tambahnya, melibatkan Kementerian UMKM Indonesia, Ministry of SMEs and Startups Republic of Korea, serta Innobiz Korea. Pemerintah Korea juga memberikan hibah berupa fasilitas smart factory untuk meningkatkan efisiensi produksi UMKM.

Baca Juga: Sahli Menteri UMKM Paparkan Peran Penting UMKM dalam Wujudkan SDGs pada Pertemuan IGE FfD UNCTAD

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Director General for Global Growth Policy Korea Selatan, Wonyoung Choi menjelaskan bahwa pihaknya berharap proyek ini mampu menjadi batu loncatan bagi pengembangan kompetensi tenaga kerja Indonesia di bidang teknologi smart factory.

"Pusat pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman tentang integrasi teknologi dalam proses produksi UMKM," paparnya.

Senada dengan Choi, Head of Innobiz, Gwang-cheon Jeong, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia yang mampu memimpin industri global.

Menteri Maman menekankan pentingnya sinergi antara inovasi teknologi dan pengembangan tenaga kerja. “Dengan memanfaatkan teknologi modern, kita dapat membuka peluang lebih besar untuk UMKM Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Dengan adanya Korea-Indonesia SFTC, tambahnya, Indonesia diharapkan mampu mengadopsi teknologi canggih yang relevan dengan tantangan zaman, sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan di kancah internasional.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.