UMKM Holding Untuk Produksi Massal dan Efisiensi Biaya
Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 23:56 WIB

AKURAT.CO Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai bahwa untuk bisa bersaing dengan produk impor, terutama dari China, UMKM Indonesia harus mulai berproduksi secara massal dengan biaya yang lebih efisien.
Salah satu solusi yang ia tawarkan adalah konsep UMKM Holding atau Closed-Loop Inclusive Business System.
Dengan konsep ini, UMKM yang bergerak di sektor yang sama akan dikelompokkan dalam satu sistem terintegrasi. Tujuannya adalah agar mereka bisa menekan biaya produksi, meningkatkan skala produksi, dan memperkuat daya saing di pasar.
“Kita harus menciptakan sistem yang memungkinkan UMKM bisa memproduksi barang secara massal dengan harga yang kompetitif. Dengan clustering UMKM dalam satu holding, biaya produksi bisa ditekan, volume produksi meningkat, dan daya saing juga ikut naik,” ujar Maman dalam peringatan HUT ke-73 APINDO di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).
Menurut Maman, produk impor, khususnya dari China, saat ini masih mendominasi pasar karena mereka mampu memproduksi barang dalam jumlah besar dengan harga yang murah. Jika UMKM Indonesia tidak segera melakukan inovasi dalam skema produksi, akan sulit bagi mereka untuk bersaing.
“Kita semua tahu, produk China itu murah karena mereka produksi dalam jumlah besar. Kalau UMKM kita masih jalan sendiri-sendiri, sulit bersaing. Makanya, kita butuh UMKM Holding ini,” jelasnya.
Ia mencontohkan bagaimana industri otomotif telah sukses menghubungkan UMKM yang memproduksi suku cadang dengan perusahaan-perusahaan besar. Pola serupa bisa diterapkan di sektor lain, seperti makanan dan minuman, fashion, atau kerajinan tangan.
Maman menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung konsep ini dengan kebijakan yang lebih berpihak pada UMKM, termasuk dalam hal pembiayaan dan pelatihan. Ia berharap APINDO juga bisa ikut terlibat dalam membantu mengembangkan model bisnis ini agar UMKM bisa lebih cepat naik kelas.
“Kalau kita tidak mulai sekarang, kapan lagi? Dengan sistem ini, UMKM bisa lebih kuat, lebih efisien, dan lebih siap menghadapi persaingan global,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








