DPR Desak Pemerintah Perkuat UMKM Usai AS Naikkan Tarif Impor Indonesia

AKURAT.CO Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk melindungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah tekanan global, menyusul kebijakan tarif resiprokal baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia.
“Pemerintah harus segera memperkuat ekosistem UMKM agar sektor ini tetap mampu bertahan di tengah situasi yang makin menantang,” tegas Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/4/2025).
Tarif impor sebesar 32 persen yang dikenakan Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia dinilai dapat menekan performa ekspor nasional, khususnya karena AS dan China merupakan dua pasar utama ekspor Indonesia.
“Dampak kebijakan ini tidak bisa dianggap remeh. AS ingin membendung tekanan ekonomi dari China, dan itu ikut menyeret posisi kita. China juga sedang mengoreksi arah kebijakannya, dan itu berpengaruh langsung ke volume ekspor kita,” jelas Hendry.
Sebagai solusi jangka pendek, ia menyarankan agar pemerintah tidak hanya fokus memperkuat perdagangan domestik, tetapi juga membuka jalur kemitraan dagang baru di luar AS dan China.
Selain itu, Hendry juga menekankan pentingnya langkah-langkah proteksi nyata bagi UMKM, seperti pemberian stimulus berupa bantuan modal berbunga rendah, insentif pajak, serta pengendalian impor lewat penyesuaian tarif, pembatasan kuota, hingga pelarangan masuknya barang tertentu.
“Selama ini UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Ketika ekonomi melemah, UMKM yang tetap hidup dan menyelamatkan keadaan. Maka wajib hukumnya bagi pemerintah untuk melindungi sektor ini,” tegasnya.
Meski demikian, Hendry mengingatkan agar kebijakan proteksi tersebut tetap diperhitungkan dengan cermat agar tidak menimbulkan dampak lanjutan pada sektor lain, seperti pasar fiskal dan perdagangan bebas.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) menandatangani perintah eksekutif terkait tarif resiprokal.
Dampaknya, seluruh barang impor dari Indonesia kini dikenai bea masuk sebesar 32 persen oleh Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Jurnalis Juwita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Sebelum Dibunuh, Keluarga Minta Tes DNA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







