Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Penyaluran KUR Produksi

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus produksi sebagai bagian dari strategi mendukung pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional.
Hingga pertengahan Juli 2025, realisasi KUR produksi telah mencapai Rp 79,6 triliun, atau sekitar 59,97% dari total target tahunan.
Merespon hal tersebut, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menyatakan capaian ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yang stagnan di kisaran 56–57%.
Oleh karena itu dirinya menilai hal ini sebagai indikasi awal keberhasilan pergeseran fokus pemerintah, dari sekadar mengejar volume penyaluran menuju kualitas pembiayaan.
Baca Juga: DJP Sebut Pemungutan Pajak via Marketplace Dorong UMKM Lebih Tertib dan Setara
“Pak Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa perlu ada peningkatan kualitas dalam pendistribusian KUR. Kita tidak lagi hanya mengejar angka, tetapi juga memperhatikan dampak dan efektivitas pembiayaan,” ujar Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Indikator utama dari kualitas tersebut, menurut Maman, adalah peningkatan proporsi KUR yang disalurkan ke sektor produktif.
"Intinya, kami ingin memastikan bahwa KUR benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung produksi barang dan jasa, bukan hanya untuk kebutuhan konsumtif. Dimana nantinya, program KUR produksi ini diarahkan untuk mendorong transformasi UMKM dari sekadar bertahan menjadi mampu bersaing dan tumbuh," ucapnya.
Baca Juga: BNI dan Bea Cukai Fasilitasi UMKM Jateng ke Pasar Global
Sektor-sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, manufaktur, serta industri kreatif menjadi fokus pembiayaan dalam skema KUR produksi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









