Jawab Kritikan Cak Imin Soal Retail Modern Matikan Bisnis UMKM, Begini Kata APRINDO

AKURAT.COKetua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sekaligus Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), Solihin memberikan klarifikasi atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang menyebut keberadaan minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret telah mematikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam pernyataannya tersebut, Solihin menegaskan bahwa ritel modern justru menjadi mitra strategis bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
“Saya sebagai Aprindo, saya nggak ngerti UMKM yang dimaksud siapa. Saya nggak mau berdebat soal itu. Aprindo sudah sangat akrab dengan membantu UMKM. Bahkan produk UMKM punya gondola sendiri di ritel modern,” ujar Solihin.
Baca Juga: Cacat Logika Ekonomi di Balik Serangan Cak Imin terhadap Indomaret dan Alfamart
Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun, jaringan ritel modern telah melakukan kurasi dan distribusi produk-produk UMKM agar dapat menjangkau pasar nasional. Menurutnya, kerja sama ini sudah berjalan lama dan bukan hal baru.
“Kita tentu sangat butuh produk UMKM, dan ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu,” tambahnya.
Sebagai contoh, Solihin menuturkan kisah sukses sebuah UMKM di Purwakarta yang memproduksi pilus. Sebelum masuk ke jaringan ritel modern, produk tersebut hanya menghasilkan omzet jutaan rupiah. Namun setelah didistribusikan melalui jaringan Alfamart, pendapatannya melonjak hingga miliaran rupiah.
“Saya yakin Aprindo selalu mengajak dan memberikan ruang khusus bagi produk UMKM. Ini sudah kita lakukan bertahun-tahun,” tegasnya.
Sebelumnya dalam video Youtube TalkPreneur Akurat.co, Solihin juga menekankan bahwa visi Alfamart sebagai jaringan distribusi ritel terkemuka bukan semata untuk memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui kerja sama dengan koperasi dan pelaku UMKM lokal.
Baca Juga: Cak Imin Targetkan Anggaran Pemberdayaan Masyarakat Capai Rp1.000 Triliun di 2026
“Kita selalu membuka kerja sama di setiap daerah. Saat membuka wilayah baru, kita selalu bertanya, apa yang bisa kita bantu untuk mengembangkan usaha di wilayah tersebut,” jelasnya.
Oleh karena itu, Alfamart menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dapat dimiliki dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Visi itu, lanjutnya, diterjemahkan dalam berbagai bentuk kerja sama dengan koperasi, pelaku usaha lokal, serta sistem waralaba yang melibatkan masyarakat.
Dirinya menegaskan, dukungan terhadap UMKM menjadi bagian penting dalam strategi bisnis Alfamart. Namun, lanjutnya, produk UMKM yang dipasarkan juga harus memenuhi kebutuhan dan standar yang sesuai dengan permintaan konsumen.
Sebelumnya, Cak Imin melontarkan kritik keras terhadap ritel modern yang dianggap menekan pertumbuhan usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.
“Retail-retail raksasa masuk ke kampung-kampung kita, bahkan membunuh ekonomi rakyat termasuk para pelaku UMKM,” kata Cak Imin, Selasa (28/10/2025).
Ia juga menyinggung dua jaringan besar, Indomaret dan Alfamart, sebagai contoh ritel yang disebutnya sebagai gurita besar yang menguasai distribusi barang dari hulu ke hilir hingga membuat pemerintah daerah kewalahan.
“Bupati-bupati banyak yang membuat peraturan daerah untuk menghadapi gurita besar yang merepotkan UMKM kita,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









