J&T Luncurkan Inkubasi Bisnis Mahasiswa, Siapkan Dana Rp225 Juta

AKURAT.CO J&T Express resmi meluncurkan program J&T Connect Preneur Goes to Campus yang menyasar mahasiswa di 5 kota besar Indonesia.
Program ini tidak hanya berupa edukasi kewirausahaan, tetapi juga menyediakan akses pendanaan hingga Rp225 juta serta pendampingan bisnis secara langsung.
Program ini akan digelar di 5 kota, yakni Medan, Malang, Bandung, Bogor, dan Jakarta, melalui 2 subprogram utama: Campus Talk Show dan kompetisi inkubasi bisnis J&T Super Seller.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, menegaskan program ini dirancang sebagai ekosistem bisnis bagi mahasiswa.
Melalui dua sub program utama, yaitu Campus Talk Show dan kompetisi inkubasi J&T Super Seller, perusahaan menghadirkan dukungan yang komprehensif, mulai dari insight, mentoring, hingga permodalan langsung.
Baca Juga: Cara Cek Resi J&T Express dengan Aman dan Benar untuk Hiindari Penipuan Digital
"Agar mahasiswa dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih unggul dan berdaya saing,” ujar Herline dalam acara J&T Connect Preneur Goes To Campus, Selasa (28/4/2026).
Pada program kompetisi, sebanyak 10 peserta terpilih akan mendapatkan pendanaan awal sebesar Rp20 juta selama masa inkubasi. Selain itu, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp225 juta, dengan rincian Rp100 juta untuk juara pertama, Rp75 juta untuk juara kedua, dan Rp50 juta untuk juara ketiga.
CEO HMNS Perfume, Rizky Arief, yang turut menjadi pembicara dalam program ini, menyebut pembekalan kewirausahaan menjadi krusial di tengah kompetisi bisnis yang semakin ketat.
“Inisiatif seperti ini sangat relevan, karena tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun bisnis,” kata Rizky.
Penciptaan Perluasan Lapangan Kerja
Program ini hadir di tengah dorongan peningkatan kewirausahaan nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3,47% dari total populasi pada 2025, di bawah negara maju yang rata-rata mencapai di atas 10%.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) usia muda masih relatif tinggi, khususnya pada kelompok usia 15–24 tahun. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk ikut memperluas akses penciptaan lapangan kerja melalui kewirausahaan.
Program seperti ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek RI), yang dalam beberapa tahun terakhir mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan di kampus melalui program Merdeka Belajar dan inkubasi bisnis mahasiswa.
Dampak Ekonomi Lainnya
Peluncuran program ini menandai pergeseran peran perusahaan logistik dari sekadar penyedia jasa pengiriman menjadi enabler ekosistem bisnis digital.
Dengan penetrasi e-commerce yang terus meningkat Bank Indonesia mencatat nilai transaksi e-commerce mencapai lebih dari Rp500 triliun pada 2025 kebutuhan akan dukungan logistik yang terintegrasi dengan pengembangan bisnis menjadi semakin penting.
Bagi mahasiswa, program ini membuka akses nyata terhadap tiga aspek krusial dalam bisnis awal: pengetahuan, jaringan, dan modal. Sementara bagi industri, inisiatif ini berpotensi menciptakan pipeline pelaku usaha baru yang siap masuk ke ekosistem ekonomi digital.
“Kami ingin mendorong mahasiswa tidak hanya untuk memulai, tetapi juga mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan," ujar Herline.
Program J&T Connect Preneur Goes to Campus dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juni 2026 di lima universitas, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sumatera Utara, IPB University, Universitas Brawijaya, dan Universitas Pertamina.
Pendaftaran kompetisi J&T Super Seller dibuka hingga 13 Juni 2026. Ke depan, model kolaborasi antara industri logistik dan institusi pendidikan diperkirakan akan semakin berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan talenta wirausaha di era ekonomi digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










