Dorong Startup Naik Kelas, Amvesindo dan PwC Indonesia Gelar Executive Workshop

AKURAT.CO Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) bersama PwC Indonesia menyelenggarakan executive workshop dan Halal Bihalal pelaku industri.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi serta meningkatkan tata kelola dalam ekosistem investasi modal ventura di Indonesia.
Acara yang diselenggarakan pada Rabu (8/4/2026) di World Trade Center 3 (WTC 3) Jakarta ini dihadiri oleh seluruh anggota Amvesindo yang terdiri dari 63 perusahaan, mencakup 47 perusahaan di wilayah Jabodetabek dan 16 perusahaan dari luar Jabodetabek.
Baca Juga: Amvesindo: Aset Perusahaan Modal Ventura Capai Rp27,35 T Di Semester I-2023
Selain itu, acara ini juga melibatkan pelaku ekosistem lainnya, seperti startup, perusahaan riset, serta berbagai profesi penunjang industri. Kegiatan ini menjadi momentum penting usai Hari Raya Idulfitri untuk mempererat hubungan antar pelaku industri, sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas di tengah dinamika ekonomi global.
Ketua Amvesindo, Eddi Danusaputro, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi bersama terhadap peran strategis industri modal ventura dalam mendukung pertumbuhan startup nasional.
“Melalui momentum Halal Bihalal ini, kami ingin memperkuat rasa kebersamaan sekaligus mendorong sinergi yang lebih erat antar anggota. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri startup, tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor kunci. Tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga memastikan industri dapat tumbuh secara sehat dengan tetap mendukung inovasi,” ujar Eddi.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Maman Firmansyah, Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan dan Perusahaan Modal Ventura Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut memberikan keynote speech yang menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan daya tahan industri modal ventura di tengah dinamika ekonomi global.
“OJK melihat bahwa pendekatan tingkat kesehatan industri dimulai dari pilar pertama, yaitu tata kelola, bagaimana proses bisnis dijalankan, bagaimana pemilihan debitur dan investee dilakukan, serta bagaimana sebuah keputusan diambil. Jika tata kelola tidak kuat sejak awal, maka risiko hingga permasalahan di tahap berikutnya akan sulit dihindari,” ujar Maman.
Selain kegiatan ramah tamah, acara ini juga menghadirkan sesi executive workshop yang difasilitasi oleh PwC Indonesia dengan topik “Forensic Audit & Fraud Risk in Startup Investments: Detection, Prevention, and Mitigation Strategies”.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis kepada para pelaku modal ventura dalam mengidentifikasi, mencegah, dan memitigasi risiko fraud dalam investasi startup.
Sacha Winzenried, Direktur PwC Indonesia, menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko sejak tahap awal menjadi langkah krusial untuk mencegah potensi fraud sekaligus menjaga kepercayaan terhadap industri modal ventura yang masih berkembang.
“Seiring dengan masih berkembangnya industri ini, banyak perusahaan modal ventura yang berada pada tahap awal dan belum memiliki sistem serta kontrol yang memadai. Hal ini menjadikan penguatan tata kelola dan manajemen risiko sebagai faktor kunci untuk mencegah mismanagement maupun fraud, termasuk menjaga reputasi industri di mata pasar,” kata Sacha.
Dalam diskusi yang berlangsung, pelaku industri juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan dan fundamental bisnis. Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha, turut memberikan perspektif mengenai arah perkembangan startup di Indonesia.
“Ke depan, keberhasilan startup tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi juga dari kualitas fundamental bisnis dan dampak nyata yang dihasilkan. Investor dan founder perlu memiliki keselarasan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada profitabilitas,” ujar Andi Taufan Garuda Putra.
Melalui pendekatan yang kolaboratif berbasis pengetahuan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan antar pemangku kepentingan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem modal ventura yang lebih solid, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
"Kami percaya masa depan ekosistem startup Indonesia ditentukan oleh kualitas kolaborasi antara investor, korporasi, dan regulator. Inisiatif seperti ini menjadi ruang untuk menyelaraskan perspektif, memperkuat kepercayaan, serta mendorong pertumbuhan yang sejalan dengan penerapan tata kelola yang baik,” ujar Ronald S. Simorangkir selaku Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia yang merupakan perusahaan modal ventura anggota Amvesindo.
Amvesindo bersama PwC Indonesia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk mendorong peningkatan kualitas investasi, memperkuat kepercayaan terhadap industri startup, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









