Skala Ekonomi UMKM Dikejar Lewat Penguatan Koperasi

AKURAT.CO Fragmentasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan UMKM di Indonesia. Dengan jumlah mencapai sekitar 57 juta unit usaha, pelaku UMKM masih banyak bergerak sendiri-sendiri tanpa skala ekonomi yang memadai.
Kondisi ini dinilai membuat akses terhadap bahan baku, pembiayaan, hingga pasar menjadi tidak efisien.
Sekretaris Kementerian UMKM, Riza Damanik, menilai penguatan kelembagaan koperasi menjadi kunci untuk mengatasi persoalan tersebut.
Baca Juga: UMKM Naik Kelas, Pemerintah Genjot Sertifikasi Halal
“Kalau UMKM berjalan sendiri-sendiri, mencari bahan baku sendiri, akses pasar sendiri, itu pasti rumit dan skala ekonominya tidak tercapai,” ujar Riza Dalam acara PUNCAK ACARA FESTIVAL SYAWAL 1446 H yang diselenggarakan oleh LPPOM MUI, Kamis (30/4/2026).
Karena itu, pemerintah mendorong koperasi untuk berperan sebagai agregator yang mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan pelaku usaha dalam satu ekosistem.
Melalui koperasi, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap sumber pembiayaan, bahan baku, serta jaringan distribusi.
“UMKM yang tergabung dalam koperasi akan lebih mudah mendapatkan akses bahan baku, permodalan, termasuk akses pasar,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema, baik melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun lembaga non-bank.
Selain itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga difungsikan untuk memperkuat pembiayaan di tingkat kelembagaan koperasi.
Langkah ini bertujuan agar koperasi tidak hanya menjadi wadah administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat agregasi ekonomi.
Baca Juga: Kemendag Dorong UMKM Masuk Ritel Modern Lewat Ini
Di sisi lain, pendekatan ini juga sejalan dengan pengembangan ekosistem halal yang tengah didorong pemerintah.
Dengan basis UMKM yang besar di sektor makanan dan minuman, kebutuhan terhadap bahan baku halal menjadi sangat tinggi.
Riza menilai, integrasi melalui koperasi akan mempermudah pembentukan rantai pasok halal yang lebih efisien dan terjamin.
“Demand kita besar sekali. Jumlah UMKM Indonesia bisa lebih dari 17 kali dibanding negara seperti Malaysia, Vietnam, atau Thailand,” ujarnya.
Besarnya potensi tersebut dinilai harus diimbangi dengan penguatan struktur ekonomi agar tidak terjebak dalam skala usaha kecil yang tidak berkembang.
Dengan pendekatan ekosistem dan penguatan koperasi, pemerintah berharap UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menjadi bagian penting dalam rantai nilai nasional maupun global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









