Akurat
Pemprov Sumsel

Profil dan Kekayaan Pemilik ZARA Amancio Ortega, Diduga Jadi Pendukung Genosida di Palestina

Iim Halimatus Sadiyah | 11 Desember 2023, 08:49 WIB
Profil dan Kekayaan Pemilik ZARA Amancio Ortega, Diduga Jadi Pendukung Genosida di Palestina

AKURAT.CO Amancio Ortega merupakan sosok pemilik ZARA, brand fesyen global yang baru-baru ini viral karena diduga dukung pembantaian manusia yang dilakukan Israel ke Palestina hingga dijadikan untuk tema iklan produk terbarunya.

Pada tahun 1975, Amancio Ortega kali pertama mendirikan gerai ZARA di Spanyol dengan nama Zorba, terinspirasi dari judul film klasik Zorba The Greek. 

Namun, pada tahun berikutnya, Amancio Ortega mengubah nama gerainya menjadi ZARA karena ternyata sudah ada bisnis yang diberi nama Zorba.

Profil pemilik ZARA Amancio Ortega telah menarik perhatian dunia karena diduga mendukung Israel dan islamophobia sehingga banyak yang mencekam pemilik ZARA tersebut.

Baca Juga: Netizen Mengecam Iklan Koleksi Terbaru ZARA! Diduga Mirip Kondisi Genosida di Palestina Saat Ini

Kesuksesan Amancio Ortega dalam industri fesyen telah membuatnya beberapa kali masuk daftar orang terkaya di dunia, meskipun dirinya lahir dari keluarga miskin.

Mengutip berbagai sumber, Senin (11/12/2023), berikut ini profil Amancio Ortega, pemilik ZARA yang dicekam masyarakat hingga membahayakan brand ZARA karena membuat iklan produk terbarunya yang tidak wajar.

Profil dan Kekayaan Amancio Ortega

Amancio Ortega dilahirkan pada 28 Maret 1936. Dia tinggal di Kota Leon, Spanyol, namun karena pekerjaan sang ayah di kereta api membuat keluarganya pindah ke La Coruna saat usianya 14 tahun.

Ketika beranjak remaja, Amancio Ortega sempat bekerja di sebuah toko baju bernama Gala, tetapi kondisi keuangan keluarganya tidak membaik.

Maka dari itu, Amancio Ortega akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah dan menjadi asisten penjahit.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Amancio Ortega, Pendiri Zara yang Sempat Jadi Asisten Penjahit

Amancio Ortega memanfaatkan kesempatan pekerjaannya untuk belajar bagaimana menjahit pakaian yang baik dan bagaimana proses produksi hingga distribusi pakaian dari pabrik ke toko. 

Dari sinilah dia belajar betapa pentingnya mengirimkan pakaian langsung ke pelanggan tanpa menggunakan distributor. 

Setelah mempelajari hal tersebut, barulah Amancio Ortega menggunakan sebagai salah satu cara dia berhasil membangun ZARA.

Untuk mengurangi biaya, dia berusaha untuk mengawasi setiap tahapan produksi pakaian, agar dapat produksi pakaian lebih cepat dan fleksibel. 

Amancio Ortega juga bekerja sebagai salesman di sebuah toko baju yang tengah berkembang bersama kedua saudara kandungnya, Antonio dan Josefa, setelah menjadi asisten penjahit.

Rosalia Mera dan kedua saudara kandungnya mulai membuat pakaian murah dan berkualitas tinggi. Akhirnya Amancio Ortega jatuh cinta pada Mera dan menikah dengannya pada tahun 1966.

Ortega mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya bersama istrinya, dan mulai mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya serta mendirikan toko pertamanya, ZARA.

Baca Juga: Takut Indonesia Senasib dengan Palestina, Netizen Minta Pemerintah Segera Usir Rohingya!

Menurut peringkat 16 Forbes, Amancio Ortega adalah orang terkaya di dunia. Namun, sejak April 2022, putrinya Marta Ortega menggantikan dia sebagai CEO Zara. 

Amancio Ortega memiliki total kekayaan USD 71,4 miliar, atau sekitar Rp1.092 triliun. Orang tahu bahwa Ortega mendapatkan dividen dari saham perusahaan jaringannya sebesar USD 400 juta per tahun. 

Selain itu, ia berinvestasi dalam real estate di Barcelona, London, New York, Miami, Chicago, dan Madrid. Selain itu, ia memiliki saham di Deportivo La Coruna, tim sepak bola Spanyol.

Itulah profil Amancio Ortega dan jumlah kekayaan yang dimilikinya, sehingga bisa dinobatkan masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.