Apa Itu Carok? Ini Penjelasan Pertarungan Ekstrem yang Sering Terjadi di Bangkalan

AKURAT.CO Baru-baru ini, carok di Bangkalan menjadi suatu peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat karena dianggap suatu pertarungan yang ekstrem.
Carok adalah suatu perkelahian antarkelompok menggunakan senjata tajam untuk alasan tertentu yang menyinggung harga diri.
Dikutip berbagai sumber, Senin (15/1/2024), sejarah carok yang dapat ditemukan dalam bahasa Kawi Kuno, artinya carok adalah perkelahian.
Carok tersebut biasanya terjadi antara dua orang atau dua keluarga besar, dan biasanya sering terjadi perselisihan di penduduk desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
Baca Juga: Rahasia di Balik Carok, Tradisi Turun-Temurun Masyarakat Madura
Apa Itu Carok?
Sebutan carok dikenal masyarakat karena viral di media sosial yang kabarnya sudah memakan 4 korban.
Pemicu carok dapat berupa perselingkuhan, perebutan tempat di keraton, dan perebutan tanah. Bisa juga menjadi dendam yang diwariskan selama bertahun-tahun.
Tidak ada istilah carok digunakan pada abad ke-12 saat Kerajaan Madura dipimpin oleh Prabu Cakraningrat dan pada abad ke-14 saat pemerintahan Jokotole.
Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra Bindara Saud, putra Sunan Kudus, pada abad ke-17, istilah itu tidak digunakan.
Menurut sejarah budaya, carok berasal dari bahasa Kawi Kuno, yang artinya perkelahian yang biasanya dilakukan dua orang atau keluarga besar, dan juga sering terjadi perkelahian antar penduduk desa.
Baca Juga: 4 Fakta Heboh Kasus Carok di Bangkalan, Terjadi Perkelahian yang Libatkan Dua Desa Sekaligus
Carok tersebut memang cukup umum terjadi di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan, yang biasanya disebabkan oleh perebutan posisi di Keraton, perselingkuhan, atau perebutan tanah warisan.
Di Madura, istilah carok digunakan pada abad ke-18. Semboyan yang digunakan oleh orang Madura adalah Lebbi Begus Pote Tollang E Tembeng Pote Matah.
Arti dari semboyan tersebut menunjukkan bahwa mati berkalang tanah lebih baik daripada menanggung malu.
Jadi, ketika ada masalah seperti perebutan tanah warisan, orang Madura di mana pun akan menyelesaikannya dengan cara ekstrem, seperti perkelahian atau yang dikenal sebagai carok.
Celurit merupakan salah satu senjata tajam berbentuk bulan sabit yang paling sering digunakan saat carok.
Carok sendiri memiliki dua jenis tindakan, yaitu carok ngonggai adalah carok yang dengan sengaja pergi ke rumah musuh untuk menantangnya. Teknik carok ngonggai biasanya dihargai lebih tinggi daripada teknik carok nyelep.
Sementara carok nyelep adalah jenis kedua dari budaya carok, yaitu pelaku menyerang targetnya dari belakang atau dari samping, identik dengan tanpa pelaksanaan atau dilaksanakan secara spontan.
Viralnya kejadian carok yang menggemparkan penduduk Tanjung Bumi ini tampaknya menggunakan jenis carok nyelep, karena pelaku melakukannya secara spontan setelah konflik di pinggir jalan.
Itulah penjelasan lengkap mengenai carok atau perkelahian yang sudah menghebohkan warganet di media sosial karena viralnya video korban yang beredar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







