Intip Profil Ketapanrame di Mojokerto, Desa Wisata Terbaik yang Disebut Gibran pada Debat Cawapres

AKURAT.CO Dalam debat Pilpres, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres nomor urut 2, menyatakan bahwa ia pernah mengunjungi Desa Ketapanrame di Mojokerto, Jawa Timur.
Menurut Gibran, desa tersebut dianggap sebagai contoh nasional untuk memberikan solusi agar masyarakat di pedesaan tidak tergesa-gesa pindah ke kota-kota besar dalam mencari kehidupan yang lebih baik.
Sebab, Desa Ketapanrame berhasil terpilih sebagai salah satu dari 75 desa wisata terbaik dari total 4.573 desa wisata yang berpartisipasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (23/1/2024), berikut profil Desa Ketapanrame yang dibahas Gibran saat debat cawapres.
Mengulik Desa Ketapanrame
Desa ini, yang terletak di Kecamatan Trawas, dianggap layak mendapatkan penghargaan karena menawarkan berbagai destinasi dan objek wisata.
Dari segi geografis, Desa Ketapanrame terletak di ketinggian 700–1200 meter di atas permukaan air laut, berada di bawah lereng Gunung Welirang dan terletak di antara dua pegunungan, yaitu Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang.
Desa Ketapanrame berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik 2023 dalam acara Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Baca Juga: Taklukkan Cawapres Lain, Relawan Bangga Gibran Jadi Alexander The Great dari Indonesia
Desa Ketapanrame termasuk dalam 75 desa wisata terbaik yang dipilih dari total 4.573 desa wisata yang ikut berpartisipasi dalam ADWI 2023.
Desa Wisata Ketapanrame menawarkan keindahan alam seperti Sawah Sumber Gempong, Air Terjun Dlundung, Air Terjun Talang, serta Perkebunan Kopi.
Di sisi wisata budaya, desa ini memiliki daya tarik seperti seni bela diri pencak silat, tradisi bantengan, pertunjukan gamelan, dan tarian Mayang Rontek.
Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin menyatakan bahwa salah satu dasar keberhasilan perkembangan desa ini adalah semangat gotong-royong masyarakat dalam membangun desa yang didasarkan pada kepercayaan satu sama lain.
Arifin menjelaskan bahwa semua usaha di Desa Ketapanrame dijalankan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), masyarakat setempat memiliki peran sebagai pemilik saham di BUMDes tersebut.
Ia merasa bangga karena keterlibatan ini menjadi indikasi bahwa masyarakat setempat memahami dan yakin bahwa usaha yang dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Upaya-upaya pengembangan desa wisata tersebut membuka jalan bagi Desa Ketapanrame untuk meraih berbagai penghargaan yang telah diraihnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






