Viral Video Korban Kekerasan di Bandung Gara-gara Beda Pilihan Capres, Netizen: Maklum Partai Negara Api Isinya Preman

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial kembali dihebohkan dengan kasus kekerasan yang dialami oleh korban karena memberi dukungan calon presiden (capres) nomor urut 02 saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Korban diketahui ada tiga orang dari Kota Bandung yang diduga mengalami kekerasan dari pihak pendukung paslon nomor urut 03 karena tidak terima ada pendukung capres yang lain.
Dikutip salah satu akun media sosial X @Pai_C1, Selasa (23/1/2024), membuat cuitan tentang kronologi tiga korban kekerasan, salah satunya wanita karena masalah Pilpres dan Pemilhan Legislatif (Pileg).
Baca Juga: Jalani Karakter Korban Kekerasan Seksual, Yasmin Napper: Dampaknya Luas Banget
“Saat jalan macet ada rombongan bus berisi salah satu pendukung Pilpres acungkan jari kode tertentu dan dibalas korban dengan kode jari berbeda. Penumpang bus turun dan lakukan pengeroyokan,” tulis akun tersebut menjelaskan.
Sementara dalam video yang beredar, korban juga meminta pertanggungjawaban dari pendukung paslon 03, yang menjadi dugaan pelaku kekerasan, agar tidak melakukan kekerasan kepada pendukung paslon lain.
“Semua orang punya hak dan pendapat untuk memilih, tidak perlu ada kekerasan jika bisa dibicarakan dengan baik-baik,” tulisnya.
Melihat video yang viral tersebut, tentu saja telah membuat emosi warganet karena tidak menyangka ada orang yang pakai kekerasan karena berbeda pilihan.
“Kenapa pakai kekerasan si anyxxxx, kan beda pilihan itu wajar loh,” tulis @gtuitxxx.
“Pilpres itu sementara, persahabatan selamanya,” balas @c0mbrxxx.
“Hehehe… Maklum partai negara api isinya preman ciu plus knalpot broong. Kalau ditangkap, kita bisa saksikan si wedok tebar pesona tata kata playing victim di depan media,” tulis @temandxxx.
“Ngerii pendukung sebelah,” balas @rifki_sxxx.
“Haduh anarkis benar, semoga bisa segera diusut masalahnya,” tulis @cuydigixxx.
“Orang-orang seram banget beda pilihan aja dianiaya gitu,” balas @akusukabuxxxx.
Itulah beberapa tanggapan warganet yang menyayangkan adanya kasus kekerasan menjelang Pilpres 2024 antar warga.
Warganet berpendapat bahwa perbedaan adalah hal wajar, karena pilihan masing-masing masyarakat pastinya berbeda sesuai dengan keinginan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








