Kaget! Pantun Butet PDIP Umpat Jokowi Dengan Kritik Pedas dan Kata Hewan di Kampanye Akbar Ganjar Pranowo

AKURAT.CO Baru-baru ini, viral sebuah cuplikan video pantun Butet Kertaredjasa yang membuat penonton terkejut karena isinya adalah kritik pedas serta kata umpatan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pantun Butet Kertaredjasa dari PDIP tersebut dilontarkan tanpa pelapis di acara kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, di Wates.
Selain itu, pantut Butet Kertaredjasa tersebut dibacakan seperti gaya deklamator yang isinya tajam dan cara penyampaiannya langsung tertuju kepada Jokowi.
Seniman monolog tersebut membacakan pantun yang dia buat khusus dan bertujuan untuk mengkritik keadaan politik nasional, terutama membahas gerakan yang dilakukan Presiden Jokowi.
Dikutip berbagai sumber, Selasa (30/1/2024), dalam video yang beredar dapat terlihat sosok Butet Kertaredjasa yang berani menyebut nama Jokowi di depan ribuan massa yang hadir di kampanye PDIP.
"Ini banteng-banteng yang dilukai, siapa yang melukai? Jokowi? Axx axx Axx," kata Butet Kertaredjasa.
Butet juga menyoroti fakta bahwa langkah-langkah yang dilakukan calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, tampaknya terus diikuti. Ia tidak mengungkapkan nama orang-orang yang mengikuti Ganjar.
"Setiap Mas Ganjar datang, selalu ada yang nginthili (mengikuti). Hari ini Mas Ganjar akan datang menemui kita, kemarin sudah ada yang nginthili," jelas Butet.
Sindiran pedas dari Butet tidak berhenti di situ, dia membacakan hasil karya pantun yang dia buat sendiri bertajuk “Hajatan Rakyat.”
Baca Juga: Sempat Hilang, WA Butet Kartaredjasa Kembali Lagi
Ada kucing gondol iwak empal
Aku marah tak lempar sandal
Jokowi maunya revolusi mental
Tapi gagal terjungkal jungkal
Kucingnya kabur kakinya pincang
Ingin terbang tak bisa melayang
Ngakali survei supaya menang
Jelas jika menang karena main curang
Satu satu, aku sayang ibu
Dua dua, aku sayang ayah
Jutaan Jokower merasa ditipu
Penampilannya lugu jebul licik ngakali mahkamah
Wong edan gondal gandul tanpa cawat
Bagi mereka tuanku adalah konglomerat
Gatotkaca tulangnya besi
Ototnya kawat
Bagi ganjar Mahfud tuanku adalah rakyat.
Di sini nang Kulon Progo makanan tradisional geblek namanya
Kalau di Bantul namanya geplak
Seharusnya kita hormati yang mimpin negara
Tapi maaf kita muak karena dia memihak
Baca Juga: Kampanye Akbar di Semarang, Zulhas Optimis Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran
Di sini keselamatan negara dijaga Megawati
Di sana sembako wira wiri dibagi Jokowi
Padahal sembakonya itu milik kita, duit pajak rakyat, membangun negara, suog.
Di sini keselamatan negara dijaga Megawati
Di sana sembako wira wiri dibagi Jokowi
Di sini kita konsisten berdemokrasi
Di sana mereka rame-rame mengkhianati konstitusi
Kulon Progo bangga punya bandara melengkapi Jogja yang istimewa
Kita semua berkumpul di sini diikat tali jiwa bersama Ganjar-Mahfud gelorakan revolusi cinta
Itulah sindiran pantun Butet yang dilontarkan secara langsung di depan ribuan massa saat sedang kampanye akbar PDIP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








