Megawati Ungkap Alasan Tak Minta Kader PDIP Mundur dari Kabinet Jokowi, Netizen: Pengen Punya Kekuasaan di Pemilu!

AKURAT.CO Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menjelaskan mengapa dia tidak meminta para kadernya yang menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk mundur.
Bagi Megawati, ini adalah tentang menjaga etika politik, di mana partisipasi dalam kabinet bukan semata-mata untuk mencari posisi, tetapi juga tentang dedikasi dan komitmen yang lebih dalam.
"Gak bisa lho, kamu asal masuk terus kamu cuma mencari kedudukan saja. Ada disiplinnya, itu etika. Ada moralnya, enggak boleh berantem kamu satu sama lain,” jelas Megawati.
Ia juga menegaskan bahwa penggantian menteri tidak boleh sembarangan.
"Ganti orang itu gampang, 5 menit asal sumpah jabatan selesai. Tapi dari sisi pengalaman saya, paling tidak kalau terjadi perubahan 6 bulan saja dia sudah mampu dan tahu fragmentasi dan lain sebagainya. It's okay," ujar Megawati.
Baca Juga: Megawati Minta Masyarakat Pilih Pemimpin yang Mumpuni: Jangan Kepincut Sama Rupa
Dia menyatakan bahwa jika penggantian menteri dapat membawa perbaikan dalam kabinet selama sisa masa jabatan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang hanya tinggal sekitar delapan bulan, dia tidak keberatan.
Megawati juga menjelaskan bahwa alasan lainnya untuk meminta para kader PDIP tetap bertahan di Kabinet Jokowi adalah karena pekerjaan mereka bukan hanya untuk membantu Presiden, tetapi juga untuk memperkuat institusi kepresidenan secara keseluruhan.
Di sisi lain, alasan Ketua Umum PDIP ini tidak meminta para kadernya mundur dari kabinet masa kepemimpinan Jokowi justru dinilai ingin selalu punya kekuasaan.
"Bilang aja masih pengen punya kekuasaan dalam pemilu ini," tulis akun @fs2***
"Dih gak mau lepas wkwkwk," komentar @sis***
"Takut elektablitasnya turun ya wkwkw," ungkap @peter***
"Yaiyalah kalo mundur dana dari mana wkwk," tulis akun @flor***
"Kalo mundur bisa berhenti pendanaan partai," ungkap @faht*** diakhiri dengan emotikon tertawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










