Terungkap Motif Pelaku Aniaya Santri di Kediri hingga Tewas, 4 Tersangka Sudah Diamankan Polisi!

AKURAT.CO Setelah viral di media sosial, telah terungkap motif pelaku aniaya santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kediri hingga tewas dan empat orang jadi tersangka.
Motif pelaku aniaya santri hingga tewas tersebut, diduga karena kesalahpahaman antara korban dan keempat tersangka yang sudah diamankan polisi.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji yang mengungkap motif pelaku aniaya santri di Kediri disebabkan adanya kesalahpahaman antara anak-anak pelajar, kemudian terjadi berulang kali.
"Motif diduga karena kesalahpahaman antara anak-anak pelajar. Jadi antara mereka mungkin ada salah paham kemudian terjadi penganiayaan yang dilakukan berulang-ulang," kata Bramastyo.
Baca Juga: VIRAL Pihak Pengacara Pelaku Beberkan Kronologi Penganiayaan Santri di Kediri
Dikutip berbagai sumber, Selasa (27/2/2024), kejadian pelaku aniaya santri dilakukan di Ponpes di Kediri, Jawa Timur, yang diketahui korban baru berusia 14 tahun dan tewas akibat kekerasan.
Korban adalah Bintang Balqis Maulana, berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, tewas di tangan empat seniornya.
Empat orang telah menjadi tersangka atas penganiayaan hingga tewas. Berikut adalah inisial pelaku dan asal daerahnya.
1. MN (18) asal Sidoarjo
2. MA (18) asal Nganjuk
3. AF (16) asal Denpasar
4. AK (17) asal Kota Surabaya
Berdasarkan laporan pihak kepolisian, motif aniaya santri di Kediri tersebut karena adanya kesalahpahaman yang menyebabkan kekerasan.
Namun, Bramastyo tidak menjelaskan secara lengkap kesalahpahaman seperti apa yang membuat para senior di Ponpes bisa menganiaya korban hingga tewas.
Meskipun belum ada keterangan lebih lanjut, Bramastyo terus bekerja sama dengan pihak rumah sakit di Banyuwangi untuk mengetahui bagaimana para tersangka menganiaya korban.
"Termasuk cara para tersangka menganiaya korban dan hal yang menyebabkan dia tewas dia akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Banyuwangi yang menerima jenazah," jelas Bramastyo.
Salah satu alasan kasus tewasnya santri di Kediri disebut penganiayaan yaitu karena ditemukan bahwa tubuh korban memiliki bekas luka yang menyebabkan dugaan kekerasan.
Oleh sebab itu, keluarga korban langsung menghubungi polisi untuk menyelidiki kasus yang menyebabkan seorang santri tewas dengan tubuh penuh luka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









