Akurat
Pemprov Sumsel

Mengenal Sosok Paul Alexander, Pria yang Bertahan Hidup 70 Tahun Menggunakan Paru-paru Besi

Shalli Syartiqa | 14 Maret 2024, 11:23 WIB
Mengenal Sosok Paul Alexander, Pria yang Bertahan Hidup 70 Tahun Menggunakan Paru-paru Besi

AKURAT.CO Sosok Paul Alexander, seorang penyintas polio dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai Pria Paru-Paru Besi, meninggal dunia di Texas, Senin (11/3/2024).

Paul Alexander meninggal dunia pada usia 78 tahun setelah bertarung untuk menjaga hidupnya menggunakan paru-paru besi selama 70 tahun.

Sebagai pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan dari paru-paru buatan, Paul Alexender hanya mampu berbaring untuk bernapas.

Kondisi ini telah dia alami sejak usia muda, dan dia sudah mengandalkan paru-paru buatan tersebut selama lebih dari 70 tahun.

Selain itu, karena menggunakan paru-paru buatan begitu lama, pria yang dikenal sebagai Polio Paul mendapatkan pengakuan dari Guinness World Records sebagai pasien dengan paru-paru buatan terlama dalam sejarah.

Meskipun demikian, dia menolak untuk mengganti paru-paru buatannya dengan teknologi modern.

Lebih lanjut, bagaimana awal mula Paul Alexander menggunakan paru-paru besi?

Awalnya, Paul hidup tanpa menggunakan mesin untuk bernapas seperti manusia pada umumnya.

Namun, pada tahun 1952, Paul mengalami musibah ketika terkena wabah polio di Amerika Serikat.

Saat itu, wabah tersebut menimbulkan hampir 58.000 kasus polio di seluruh negara, dengan sebagian besar penderitanya adalah anak-anak.

Penyakit ini menyerang neuron motorik di sumsum tulang belakang, mengganggu komunikasi antara sistem saraf pusat dan otot sehingga menyebabkan otot-otot tersebut menjadi terlalu lemah untuk bernapas secara mandiri.

 

Baca Juga: Polo Srimulat Meninggal karena Penyakit Paru-paru, Ini Kebiasaan Pemicunya

 

Pada tahun 1955, vaksin yang efektif telah disetujui dan diberikan secara luas kepada anak-anak di seluruh Amerika Serikat yang kemudian menyebabkan negara tersebut dinyatakan bebas dari polio pada tahun 1979.

Namun, Paul telah terlanjur mengalami kelumpuhan dari leher ke bawah akibat polio.

Setelah mengalami kelumpuhan, Paul menjalani trakeotomi darurat dan dipasang pada mesin ventilator untuk membantunya bernapas, yang kemudian membuatnya bergantung pada paru-paru buatan untuk bertahan hidup dari leher ke kaki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.