Sementara itu, melalui investigasi beberapa netizen, terungkap bahwa Singgih yang juga anggota stand up comedy Semarang, telah beberapa kali mencoba tampil di open mic di beberapa kafe di Semarang.
Bahkan, ada netizen yang mengunggah foto Singgih sedang berada di sebuah bar pada tahun 2023.
Lebih lanjut, akibat kejanggalan-kejanggalan penggalangan dana Singgih Shahara, terdapat netizen yang turun langsung untuk mengunjungi rumah Singgih.
Hasilnya, diketahui bahwa ibu dari Singgih Shahara tak tahu dengan adanya penggalangan dana yang dibuka oleh anaknya.
"INI UPDATE TERAKHIR AKU YA, dan temanku yang di lokasi ketemu mas singgih. Intinya dia sudah pasrah jika ada yg mau bawa ke pidana. Dengan kata lain dia mengakui jika dari donasi yg bertahun2 itu sudah diselewengkan. Dan moment gue sedih 'ibunya yang sakit' tidak tahu menahu ttg donasi tersebut," ungkap akun X @mas2jawaku.
Selain itu, warganet lainnya juga membongkar dengan mengakumulasikan data para donatur Singgih Shahara yang mencapai ratusan juta.
"Guys, udah mencapai Rp223,501,801 dan donatur tercatat sebanyak 408 orang hingga detik ini. Ntar gue coba untuk filterin versi Twitter dan direct transfer ya," bongkar @wahkeren***.
Tanggapan platform galang dana Kitabisa
Menanggapi hal tersebut, Kitabisa dengan cepat merespons beberapa keluhan warganet terkait penggalangan dana yang dilakukan oleh seseorang bernama Singgih Shahara.
Mereka mengirimkan tim untuk bertemu langsung dengan Singgih. Hasilnya, ada sejumlah dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Singgih.
Sebagian dari donasi yang terkumpul melalui platform Kitabisa telah digunakan untuk biaya pengobatan dan pendukung pengobatan seperti pembelian susu, mainan untuk terapi anak, transportasi ke rumah sakit, dan pembayaran kontrakan untuk Singgih dan keluarganya.
Menurut pernyataan Kitabisa, Singgih mengakui bahwa ia tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan sebagian dana yang sudah dicairkan dari Kitabisa karena tidak dapat menyediakan bukti penggunaan donasi tersebut, dengan alasan bahwa nota-nota telah hilang dan sebagian donasi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menghadapi temuan ini, Kitabisa mengambil langkah untuk menutup penggalangan dana oleh Singgih Shahara di situs Kitabisa.com.
"Kami telah menutup galang dana Singgih dan donasi tersisa akan dialihkan ke penerima bantuan lain sesuai syarat dan ketentuan Kitabisa," tulis Kitabisa dalam akun resmi X-nya.
Singgih telah menyampaikan pernyataan tertulis untuk mengembalikan selisih donasi di Kitabisa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kitabisa memiliki kebijakan pengembalian donasi kepada donatur untuk penggalangan dana yang terbukti melanggar syarat dan ketentuan Kitabisa.
"Kitabisa memberikan opsi Pengembalian Donasi (Refund) untuk donatur galang dana Singgih Shahara," tambahnya.