Viral Lolly Ditagih Utang Endorse hingga Rp90 Juta, Begini Tanggapan Anak Nikita Mirzani!

AKURAT.CO Baru-baru ini, Laura Meizani Mawardi yang akrab dipanggil Lolly, menjadi sorotan publik karena salah satu rekaman video sebuah brand menagih utang endorse sebesar Rp90 juta.
Anak Nikita Mirzani tersebut baru beberapa minggu tinggal di Indonesia, namun kini sudah membuat heboh media sosial karena Lolly diduga memiliki utang endorse kepada salah satu brand dalam jumlah puluhan juta.
Melihat viralnya video Lolly ditagih utang endorse hingga Rp90 juta tersebut, akhirnya muncul klarifikasi Lolly menjelaskan alasan dirinya tidak bisa mengembalikkan uang endorse.
Dikutip dari akun Twitter (X) @convomf, Rabu (20/3/2024), mengungkap bahwa Lolly, putri sulung Nikita Mirzani, menipu sebuah brand untuk endorse dengan harga sampai Rp90 juta.
Baca Juga: VIRAL Nikita Mirzani Ogah Dikaitkan Lagi Dengan Lolly: Anak Saya Hanya Dua!
“Katanya Lolly nipu uang endorse sampai 90 juta. Uangnya di transfer ke rekening temannya terus di transfer lagi ke rekening keluarga pacarnya. Hmm,” cuitnya.
Berdasarkan beberapa rekaman suara Lolly dan bukti chat yang disebarkan, ternyata Lolly sempat hilang ketika ditagih uang endorse yang tidak dikerjakan sesuai perjanjian sebelumnya.
Oleh sebab itu, brand tersebut berusaha menagih balik bayaran yang sudah diberikan kepada Lolly dalam jumlah besar, namun tidak kunjung dikembalikan.
Hingga akhirnya viral kasus Lolly ditagih utang endorse puluhan juta, yang membuat dirinya aktif kembali untuk memberi penjelasan.
Baca Juga: Lolly Dicoret Dari KK Dan Tak Jadi Ahli Waris, Padahal Enak Ya Jadi Anak Nikita Mirzani
Lolly mengatakan bahwa dia tidak hilang tanpa sebab, melainkan ponsel yang dia gunakan sempat rusak beberapa saat.
"Aku nggak pernah blok siapa-siapa ka. Hp aku dari UK, bekas Antonio, ada pajaknya dan rusak. Mati sendiri dari kemarin dan baru aktif lagi," kata Lolly dalam rekaman suara yang diunggah akun @lollydedolla.
Sementara Marissa, sebagai owner brand yang endorse Lolly dan menjadi lawan bicara dalam rekaman, merasa janggal dengan jawaban Lolly yang menyebut ponselnya rusak.
Pasalanya, Marissa menyebut dia sempat coba chat Lolly menggunakan nomor lain dan pesannya berhasil masuk.
"Kok tadi aku chat pakai nomor lain masih bisa? Tadi di jam yang sama, aku WhatsApp pakai nomor lain, bisa. Aku pakai nomor ini, ceklis satu," tutur Melissa.
Lolly sempat bingung, namun dia bersikukuh untuk menyebut dirinya tidak melakukan blokir nomor Marissa.
"Masa? Aku nggak blokir kakak kok," ucapnya.
Rekaman suara Lolly tersebut langsung menjadi sorotan publik dan mengundang beberapa tanggapan dari warganet.
“90 juta endorse Lolly? Mahal amattt,” tulis @soursalxxxx.
“Orang kalau bohong biasanya nada tinggi jawabnya, gua soalnya gitu kalau bohong wkwk,” balas @winxxx.
“Anak sekecil itu berurusan dengan utang,” tulis @deaaindrxxxx.
“Astaga Lolly, sekarang udah tahu kan susahnya hidup tanpa ibu dan tanpa uang,” balas @1khxxx.
Itulah beberapa tanggapan warganet yang merasa kasihan dengan Lolly karena harus ditagih utang puluhan juta karena endorse yang tidak dikerjakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








