Akurat
Pemprov Sumsel

Siapa Itu Marintan? Tante yang Siksa Anak Yatim Hingga Dimasukkan ke Dalam Karung

Rahmat Ghafur | 22 Maret 2024, 06:00 WIB
Siapa Itu Marintan? Tante yang Siksa Anak Yatim Hingga Dimasukkan ke Dalam Karung



AKURAT.CO Video seorang anak yatim yang dianiaya dan disiksa oleh tantenya dengan cara dimasukkan ke dalam karung menjadi viral di media sosial. Hal ini, terungkap setelah akun  X @heraloebss pada Selasa (19/3/2024) membagikan video penganiayaan tersebut.

Tentunya, sosok pelaku atau wanita dalam video viral tersebut dicari oleh sejumlah netizen karena mereka merasa kesal dengan perlakuan yang kejam dari wanita tersebut kepada keponakannya.

Baca Juga: Viral Anak Yatim Dianiaya Oleh Tantenya Sampai Dimasukkan ke Karung, Netizen: Sakit Hati Liatnya

Kejadian penyiksaan anak yatim oleh tantenya itu terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kini, sosok tante dari anak yatim tersebut pun berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setempat.

Lantas, siapa sosok Marintan yang telah menyiksa anak yatim hingga dimasukkan ke dalam karung? Berikut ini informasi selengkapnya.

Siapa Itu Marintan?

Marintan Sasmita Situmorang (37) merupakan tante kandung korban. Ia melakukan penyiksaan kepada anak tersebut saat ibunya sedang bekerja di luar kota.

Marintan Sasmita berhasil diringkus kepolisian setelah ibu kandung korban, Bintang Situmorang melaporkan kejadian ini ke Polres Tapanuli Tengah pada Selasa (19/3/2024).

Menindaklanjuti laporan Bintang, pihak kepolisian kemudian melakukan investigasi di tempat kejadian.

"Pelaku berinisial MS penganiaya bocah telah ditangkap dan ditahan Polres Tapteng guna diproses sesuai Undang-Undang tentang Perlindungan Anak," kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, AKP Arlin P Harahap dikutip pada Kamis (21/3/2024).

Menurut Arlin, anak tersebut berada bersama tantenya karena sang tante secara langsung meminta izin kepada ibunya untuk merawatnya.

"Korban PHN (8 thn) diberikan ibunya kepada pelaku (tante kandung) atas permintaan pelaku kepada ibu korban. Sehingga anak pelaku memiliki teman bermain di Manduamas," ucap Arlin.

Baca Juga: Viral Grup Telegram Ini Menistakan Islam, Netizen: Tolong Pak Polisi Tangkap Pelakunya!

Arlin mengungkapkan bahwa korban diminta untuk tinggal dan dirawat oleh tantenya sejak Januari 2022. Ia juga mengkonfirmasi bahwa korban telah menjadi anak yatim sejak awal tahun 2024.

Saat ini, korban telah kembali ke ibunya di Sibolga. Meskipun begitu, korban akan terus mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, serta Polres Tapanuli Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D