Heboh! Roti Aoka Diduga Mengandung Zat Pengawet Berbahaya, Benarkah?

AKURAT.CO Produk makanan roti Aoka sedang menjadi heboh di media sosial usai diduga mengandung zat pengawet berbahaya, sodium dehydroacetate.
Tuduhan roti Aoka mengandung zat pengawet berbahaya tersebut berdasarkan dari hasil uji laboratorium PT SGS Indonesia.
Baca Juga: VIRAL Jurnalis Perempuan Dilecehkan di KRL, Respons Polisi Bikin Heran: Harus Kelihatan Alat Vital?
Zat ini memungkinkan roti bertahan hampir enam bulan, berbeda dengan roti lainnya yang biasanya memiliki tanggal kedaluwarsa hanya dalam hitungan hari.
Tentu saja, masyarakat sangat khawatir dengan produk roti Aoka yang diduga mengandung zat pengawet berbahaya tersebut.
Kekhawatiran ini mendorong banyak konsumen untuk mempertanyakan keamanan produk dan mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan.
Menanggapi rumor tersebut, manajemen perusahaan roti Aoka memberikan klarifikasi mengenai tuduhan produk mereka mengandung zat pengawet berbahaya.
Head Legal PT Indonesia Bakery Family (IBF), Kemas Ahmad Yani mengungkapkan bahwa roti Aoka tidak mengandung zat pengawet berbahaya, sodium dehydroacetate seperti yang sedang ramai diperbincangkan netizen di media sosial.
Ia juga menegaskan bahwa roti Aoka memiliki tanggal kedaluwarsa seperti roti pada umumnya.
"Seluruh produk roti Aoka tidak mengandung Sodium dehydroacetate dan masa kadaluarsa bukan 6 bulan," ujar Kemas Ahmad dikutip Senin (22/7/2024).
Menurut Kemas, perusahaan mereka juga menjaga kualitas produk dengan bahan baku terbaik dan melakukan proses yang higinies sehingga sangat aman apabila dikonsumsi oleh manusia.
"PT Indonesia Bakery Family selaku produsen roti Aoka merupakan produsen makanan yang sangat memperhatikan kualitas bahan baku termasuk aspek kesehatan bagi konsumen. Aoka diproduksi dari bahan berkualitas, diproses secara higienis dan aman bagi kesehatan," lanjutnya.
Akibat dari rumor tersebut, PT IBF dan distributornya mengalami kerugian ekonomi yang signifikan.
Mereka menduga bahwa rumor ini disebarkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan persaingan bisnis yang tidak sehat.
Saat ini, PT IBF sedang melakukan investigasi intensif untuk menelusuri penyebaran informasi yang telah menimbulkan kegaduhan dan kerugian ekonomi tersebut.
Baca Juga: Menderita Kelelahan? Ini Makanan yang Harus dan Tidak Boleh Dikonsumsi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








