VIRAL Dokter Muda Diduga Bunuh Diri Akibat Menjadi Korban Perundungan di PPDS Undip, Nekat Suntikan Obat Bius ke Tubuh

AKURAT.CO Sebuah cerita menggemparkan tengah viral di media sosial X mengenai seorang dokter muda dari RSUD Kardinah Tegal yang diduga meninggal karena bunuh diri.
Informasi dugaan bunuh diri ini pertama kali diungkap oleh akun X @bambangsuling11 pada Rabu (14/8/2024) pukul 19.29 WIB.
Dokter muda yang diketahui bernama Aulia Risma Lestari ditemukan tewas di kamar kosnya yang berada di kawasan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.
Aulia yang merupakan dokter di RSUD Kardinah Kota Tegal ini sedang menjalani tugas belajar sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Dalam cuitannya, akun @bambangsuling11 menyebut bahwa dokter Aulia meninggal dengan cara menyuntikkan obat ke tubuhnya sendiri.
Sang dokter diduga karena tidak kuat menahan tekanan dan bullying yang dialaminya selama mengikuti program PPDS Anestesi di Undip Semarang.
"Dokter muda RSUD Kardinah Tegal meninggal bund*r dengan cara suntikkan obat ke tubuh. Diduga tak kuat menahan bully selama ikut PPDS Anestesi Undip Semarang," tulis akun @bambangsuling11.
Baca Juga: Elon Musk Klaim Serangan DDoS Mengganggu Wawancara dengan Donald Trump
Selain itu, akun tersebut juga mengunggah foto surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan telah menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP dr Kariadi Semarang.
Langkah ini diambil untuk keperluan investigasi lebih lanjut, agar dapat diambil tindakan yang tepat dan bertanggung jawab.
Surat yang dikeluarkan pada hari ini itu ditujukan kepada Direktur Utama RSUP dr Kariadi Semarang dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Azhar Jaya.
Menurut akun tersebut pihak PPDS Antensi Undip berusaha menutupi aksi bunuh diri korban, namun hasil pemeriksaan menyatakan hal yang berbeda.
"Pihak PPDS Anestesi Undip berusaha menutupi dengan menyebut korban sering menyuntikkan obat itu ke tubuhnya karena sakit saraf kejepit. Namun dari hasil pemeriksaan ditemukan buku harian korban yang menyebut korban tak kuat menahan perundungan hingga akhirnya bundir," ungkapnya.
Baca Juga: Apabila Guru/KS/PS Lupa Password dari Akun Belajar.id Nya yang Harus Dilakukan Adalah?
Lebih lanjut, akun atas nama Jo yang mengaku tidak mengenal korban secara langsung, dan mengungkap rekan korban sedang mengejar pelaku perundungan hingga diberi hukuman yang setimpal.
Jo lantas memohon bantuan doa dan publikasi oleh netizen agar tidak ada lagi tempat untuk para pelaku bully.
"Saya memohon bantuan doa dan RTnya teman2 semua agar tak ada lagi tempat untuk pelaku bully. Terima kasih yang sebesar2nya," harapnya.
Jo mengungkapkan korban tewas di kamar kosnya di Jalan Lempongsari Kota Semarang pada Senin awal ini dengan hasil pemeriksaan bekas suntikan obat bius yang hanya dapat diakses oleh dokter anestesi.
Baca Juga: Sinopsis Film Jarhead, Kisah Seorang Marinir Bertahan Hidup dalam Perang Teluk
"Korban tewas di kamar kosnya di Jalan Lempongsari Kota Semarang pada Senin 12 Agustus 2024," lanjutnya.
"Dari hasil pemeriksaan korban suntik diri sendiri sehari sebelumnya menggunakan obat bius yang hanya bisa diakses oleh dokter anestesi atau program dokter spesialis anestesi," tambahnya.
Terakhir, Jo memberikan informasi terbaru bahwa Kapolsek Gajahmungkur Kota Semarang, Kompol Agus Hartono membantah itu sebagai kasus bunuh diri.
Tapi membernarkan korban suntikkan obat anestesi dosis berat ke lengan yang harusya disuntikkan lewat infus.
"Update: Kapolsek Gajahmungkur Kota Semarang Kompol Agus Hartono membantah itu bundir. Tapi benarkan korban suntikkan obat anestesi dosis berat ke lengan. Obat itu harusya disuntikkan lewat infus. Korban suntikan obat itu agar bisa tidur. Kapolsek benarkan isi buku harian korban," tandasnya.
### Meta Description:
Kisah viral tentang seorang dokter muda RSUD Kardinah Tegal yang diduga bunuh diri akibat bullying selama mengikuti PPDS Anestesi di Undip Semarang. Kemenkes menghentikan sementara program PPDS di RSUP dr Kariadi untuk investigasi lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









