Siapa Pemilik Taman Safari yang Kini Sedang Disorot Usai Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus? Kenali 4 Sosok Penting di Baliknya!

AKURAT.CO Taman Safari Indonesia saat ini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan eksploitasi terhadap mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI).
Isu ini menimbulkan pertanyaan penting tentanf siapa pemilik Taman Safari yang kini tengah menjadi pusat perhatian?
Sebab itu, berikut sejarah kepemilikan Taman Safari serta mengenal empat sosok penting yang berada di baliknya.
Siapa Pemilik Taman Safari Indonesia?
Taman Safari Indonesia merupakan salah satu destinasi wisata konservasi yang terkenal di Indonesia dan diresmikan sebagai objek wisata nasional pada 16 Maret 1990.
Berlokasi di Bogor dengan luas area sekitar 270 hektare, Taman Safari kini memiliki enam cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Taman Safari Bogor, Bali Safari & Marine Park, dan Batang Dolphin Center.
Pemilik dan pengelola utama Taman Safari adalah keluarga Manansang, yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan dan konservasi satwa melalui berbagai usaha dan manajemen yang terorganisir.
4 Sosok Penting di Balik Taman Safari Indonesia
Berikut ini adalah empat nama kunci yang mempunyai peranan vital dalam mendirikan dan mengembangkan Taman Safari Indonesia.
1. Hadi Manansang
Hadi Manansang adalah figur sentral pendiri Taman Safari Indonesia sekaligus pendiri Oriental Circus Indonesia pada awal 1970-an.
Ia memulai karirnya dari dunia sirkus keliling dan kemudian beralih ke konsep taman safari sebagai konservasi satwa yang lebih luas dan berkelanjutan.
2. Jansen Manansang
Jansen adalah salah satu anak Hadi Manansang yang berperan langsung sebagai pemilik sekaligus direktur Taman Safari Indonesia.
Ia dikenal aktif dalam hal konservasi lingkungan dan sering mendapatkan penghargaan atas kontribusinya di bidang kesejahteraan satwa dan konservasi alam.
3. Frans Manansang
Saudara Jansen yang turut andil dalam memperluas usaha keluarga di bidang hiburan dan konservasi satwa.
Bersama dengan saudara-saudaranya, Frans turut mengelola dan mengembangkan Taman Safari serta Oriental Circus.
4. Tony Sumampau
Tony merupakan komisaris Taman Safari Indonesia dan menegaskan peran pentingnya dalam manajemen.
Ia juga aktif memberikan klarifikasi atas dugaan eksploitasi yang dialami oleh mantan pemain sirkus OCI, menegaskan bahwa OCI dan Taman Safari adalah entitas terpisah secara hukum.
Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus
Sejumlah mantan pemain sirkus OCI mengungkapkan dugaan kekerasan, perbudakan, dan pelanggaran hak asasi manusia yang mereka alami selama bekerja, termasuk saat tampil di kawasan yang berafiliasi dengan Taman Safari Indonesia.
Kasus ini sudah pernah dilaporkan pada 1997, namun kembali mencuat pada 2025 setelah mereka menyampaikan aduannya ke Kementerian HAM.
Para korban menyebut mengalami kekerasan seperti pemukulan, penyiksaan, kerja paksa tanpa upah, dan bahkan pemisahan dari keluarga sejak masih anak-anak.
Mereka menuntut keadilan dan ganti rugi yang serius atas kerugian fisik dan mental yang dialami selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, Tony Sumampau dalam berbagai kesempatan membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pelatihan sirkus menuntut kedisiplinan tanpa kekerasan yang berlebihan.
Ia menjelaskan bahwa OCI sebagai kelompok sirkus memiliki badan hukum yang berbeda dengan Taman Safari Indonesia.
Pihak Taman Safari juga menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan klarifikasi serta mengikuti proses hukum jika diperlukan demi menyelesaikan masalah secara transparan dan profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









