Guru SMP di Depok Diduga Lecehkan Siswi secara Verbal: Bukti Voice Note Tersebar dan Korban Dibungkam!

AKURAT.CO Guru SMP di Depok diduga melakukan pelecehan verbal kepada siswinya. Kabar mengejutkan ini mulai tersebar luas di media sosial setelah sebuah utas yang diposting oleh akun Instagram @sarah****.
Baca Juga: Siswa SMK Jadi Korban Pelecahan Seksual di KRL, Begini Kronologisnya
Dalam utas tersebut, dijelaskan bahwa korban mengalami pelecehan verbal oleh oknum guru SMP tersebut, dengan pembicaraan yang berkaitan dengan topik 21+ yang berulang kali.
“Sampai akhirnya korban memberanikan diri merekam percakapan selanjutnya sebagai bukti bahwa apa yang dialaminya adalah benar dan bukan rekayasa,” tutur Sarah dalam utasnya pada Kamis, (22//5/2025).
Sarah juga mengungkapkan bahwa tidak hanya satu, melainkan beberapa korban lainnya juga mengalami pelecehan serupa oleh oknum guru tersebut.
“Masih banyak korban lain, namun mereka belum bersedia membuka diri langsung kepada saya,” jelas Sarah lebih lanjut.
Menurut Sarah, motivasinya membagikan kasus ini adalah karena kekecewaannya terhadap kebijakan sekolah yang menganggap masalah ini selesai melalui pendekatan kekeluargaan.
Sarah juga memberikan apresiasi besar kepada korban yang akhirnya memiliki keberanian untuk berbicara.
"Apresiasi kepada korban yang akhirnya membuka diri untuk menceritakan pengalaman mereka, karena kasus pelecehan yang tidak diselesaikan hanya akan meninggalkan trauma dan rasa tidak aman bagi korban," ujar Sarah.
Indikasi Pembungkaman Korban
Dari informasi yang dibagikan dalam utas Sarah, ada dugaan kuat bahwa pihak sekolah, atau oknum tertentu di dalamnya, berusaha untuk membungkam korban.
“Semua korban merasa takut dan memilih untuk memendam perasaan mereka karena khawatir hal itu akan berdampak pada nilai mereka. Pelaku memiliki jabatan yang tinggi, dan mereka khawatir dengan pengaruh kekuasaan yang dimiliki pelaku, membuat mereka tidak dapat berbuat apa-apa,” ungkap Sarah.
Lebih lanjut, Sarah mengatakan bahwa pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, meminta agar kejadian ini dihapus dan tidak disebarkan lebih lanjut.
“Kebijakan yang diambil oleh sekolah sangat tidak adil. Demi menjaga nama baik sekolah, pihak guru merasa perlu menutupi pelanggaran hukum dan perlindungan anak,” ujarnya.
Tidak hanya itu, korban juga merasa disudutkan oleh pihak sekolah dan diminta untuk tidak menyebarkan informasi mengenai pelecehan ini.
“Korban V dan orang tuanya melaporkan kejadian tersebut karena merasa memiliki bukti rekaman yang kuat. Namun, yang mereka terima adalah bentuk penyudutan, seolah-olah korban tidak mungkin mengalami hal tersebut karena pelaku adalah guru musik yang dianggap tidak mungkin berbohong,” jelas Sarah.
“Selain itu, pelaku memiliki istri yang cantik, jadi dianggap tidak mungkin melakukan pembicaraan yang tidak senonoh. Guru dan kepala sekolah yang ada di ruangan meminta korban V untuk tidak menyebarluaskan masalah ini dan menganggapnya selesai,” lanjutnya.
Perlindungan terhadap korban pelecehan, terutama yang masih di bawah umur, seharusnya menjadi prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








