Selamatkan Uang Negara Rp6,6 Triliun, Presiden Prabowo dan Satgas PKH Banjir Respon Positif Warga TikTok

AKURAT.CO Prabowo Subianto bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) banjir dukungan warganet TikTok Indonesia setelah berhasil mengembalikan uang negara senilai Rp6,6 triliun. Dukungan tersebut terpantau melalui analitik platform TikTok pada periode 24–25 Desember 2025.
Pendiri firma analitik big data Evello, Dudy Rudianto, menyebut penyerahan uang Rp6,6 triliun oleh Satgas PKH kepada negara ditonton hingga 54 juta kali. “Interaksi yang tercipta mencapai 1,9 juta kali yang menunjukkan besarnya animo publik melalui platform Tiktok” ujar Dudy.
Selain jumlah penonton, sebaran konten juga sangat masif. Analitik Evello mencatat total distribusi video keberhasilan Satgas PKH dari TikTok ke berbagai platform mencapai 212 ribu kali.
"Sebaran dari Tiktok ke Whatsapp mencapai 21 ribu dan bahkan warga Tiktok juga ramai mengunduh video-video Tiktok tentang kerja Satgas PKH sebanyak 44 ribu unduhan” lanjut Dudy.
Antusiasme juga terlihat dari kolom komentar. Dudy mengungkapkan terdapat sekitar 93 ribu komentar dengan beragam topik pembahasan. Dari analisis sentimen, Evello mendeteksi sekitar 65% percakapan bernada positif yang berisi apresiasi terhadap penegakan hukum serta legitimasi kepemimpinan Presiden Prabowo dan Satgas PKH.
“Pada kelompok percakapan ini, tak jarang mereka memanggil Jaksa Agung dengan sebutan sebagai Mas Adam” jelasnya.
Dari percakapan positif tersebut, sekitar 15% warganet bahkan mendesak agar pihak-pihak di balik korporasi terkait diproses hukum secara terbuka. “Mereka bahkan meminta agar Satgas PKH membuka terang-benderang siapa saja orang dibalik uang yang disita tersebut” kata Dudy.
Sementara itu, sekitar 20% percakapan menyoroti isu lingkungan. Diskusi ini mengaitkan penyelamatan uang negara dengan dampak bencana ekologis serta desakan agar dana tersebut digunakan membantu korban bencana di Sumatra. Sebagian warganet menilai nilai Rp6,6 triliun belum sebanding dengan kerusakan dan korban yang ditimbulkan.
Evello juga mencatat sekitar 15% percakapan bernada netral hingga negatif. “Salah satu percakapan negatif adalah tumpukan uang yang dinilai sebagai gimik, dan harapan agar uang disita dapat digunakan untuk perbaikan ekonomi rakyat kecil” pungkas Dudy.
Analitik ini menunjukkan bagaimana isu penegakan hukum dan penyelamatan uang negara mampu memicu respons luas publik, sekaligus membuka ruang diskusi kritis di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







