Akurat
Pemprov Sumsel

Acha Septriasa Dikritik Warganet Usai Singgung Program MBG, Publik Soroti Manfaat bagi Keluarga Kurang Mampu

Yusuf Tirtayasa | 16 Maret 2026, 05:32 WIB
Acha Septriasa Dikritik Warganet Usai Singgung Program MBG, Publik Soroti Manfaat bagi Keluarga Kurang Mampu

AKURAT.CO Pernyataan aktris Acha Septriasa mengenai polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perdebatan luas di media sosial. Program MBG yang menjadi salah satu kebijakan yang ramai diperbincangkan di Indonesia belakangan ini kembali menjadi sorotan setelah komentar Acha menuai beragam reaksi dari publik.

Banyak warganet menilai kritik yang disampaikan belum sepenuhnya melihat manfaat nyata program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas di berbagai daerah.

Perdebatan ini pun memperlihatkan bagaimana isu kebijakan publik seperti MBG dapat memunculkan berbagai perspektif, mulai dari kritik terhadap pengelolaan hingga dukungan dari masyarakat yang mengaku merasakan langsung manfaatnya.

Acha sebelumnya menyampaikan kritik terkait berbagai pemberitaan mengenai program MBG yang belakangan ramai diperbincangkan. Melalui unggahan di media sosial, aktris yang kini tinggal di Australia itu mengaku merasa pusing melihat polemik yang berkembang seputar program tersebut.

“Denger berita MBG .. pusing gak si loe... apa tujuan "mereka" cuma pengen bikin kita cape dan tertawakan Ke Naif - an mereka mengelola Pajak rakyat? Kalau itu Tujuan nya kita Response dong guys! Masa diem aja.... Ini negara kita Pajak Kita,” ujarnya di akun Instagram @septriasaacha.

Pernyataan tersebut kemudian memicu tanggapan beragam dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menilai Acha belum melihat secara langsung manfaat program MBG yang dirasakan masyarakat di daerah.

Akun Instagram @azzuranaura1206 menilai program tersebut membantu keluarga di desa.

“Kak untuk kamu yg berkecukupan mungkin MBG ga berguna, tpi aku hidup di desa dan anakku dapet MBG yg layak, coba kamu datang ke desa2 banyak anak yg kebantu bnget dengan ada’a MBG, bahkan posyandu untuk ibu hamil dan anak,” tulisnya.

Ia juga menambahkan agar program tersebut tidak dinilai hanya dari satu sisi.

“kamu kan artis harus’a kmu jngan menilai dari sebelah mata aja,” lanjutnya.

Komentar lain datang dari akun @factual.id yang menyebut banyak orang belum mengetahui manfaat program tersebut secara langsung.

“Orang yg suka mengejek MBG pasti gatau bagaimana manfaatnya punya 40 dapur MBG buat peningkatan ekonomi keluarga sendiri,” tulis akun tersebut.

Sebagian warganet juga mengakui bahwa program MBG masih memiliki sejumlah kekurangan, namun mereka menilai manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.

Akun @srisartika86 mengatakan program tersebut setidaknya membantu mengurangi pengeluaran keluarga.

“Buat saya yang sebagai IRT yg anaknya dapet MBG seenggaknya meringankan karna mengurangi uang jajan,” tulisnya.

Ia juga menyarankan agar pengelolaan dapur MBG dilakukan secara transparan.

“Bisa nggak ya tiap dapur mbg bikin laporan pertanggungjawaban gitu semacam audit,” tambahnya.

Warganet lain, @handy_nurcahyo, menilai kritik sebaiknya diarahkan pada pelaksanaan program, bukan pada program secara keseluruhan.

“Program MBG sudah baik karena banyak manfaat apalagi di desa2 walaupun ada kekurangan wajar karena program baru dan perlu banyak perbaikan,” tulisnya. “Kritisi saja dapur2 yg bermasalah jangan program nya,” lanjutnya.

Komentar senada juga muncul dari akun @nia_wijayantii yang menilai pemberitaan negatif membuat persepsi publik menjadi tidak seimbang.

“Mungkin dengernya pas berita jelek2 saja tentang MBG... banyak berita bagusnya juga padahal,” tulisnya.

Menurutnya, program besar seperti MBG memang membutuhkan waktu untuk berjalan lebih optimal.

Selain di akun pribadi Acha, kritik juga muncul di berbagai akun media sosial yang mengutip pernyataannya, salah satunya akun @btgfeed.

Akun @pmpk.reborn menilai semua warga negara memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat karena sama-sama membayar pajak.

“Masalahnya bukan lu doang yg bayar pajak semuanya juga bayar pajak,” tulisnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa kritik lebih sering diarahkan pada program MBG dibanding program bantuan pemerintah lainnya.

“apakah bukannya lebih baik MBG semua orang semua kalangan bisa menerima manfaat tanpa birokrasi ribet,” lanjutnya.

Komentar lain datang dari akun @ricks_family2009 yang menyinggung perbedaan kondisi ekonomi antara Acha dan sebagian masyarakat.

“Cha ga semua orang tua mampu kaya lo hidup nya,” tulisnya.

Sementara itu akun @dianasuwarni8 menyebut program MBG sangat bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu.

“MBG sangat bermanfaat untuk anak-anak Indonesia apalagi anak-anak yang kurang mampu,” tulisnya.

Komentar lain dari akun @koh.ayiz juga menilai manfaat MBG harus dilihat dari kondisi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“oknum orang kaya tidak akan mengerti dan paham makna serta pentingnya MBG bagi anak sekolah se Indonesia,” tulisnya.

Bahkan kritik juga datang dari sesama pengguna media sosial yang menilai figur publik sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat terkait program publik.

Akun @zanzabellaa menulis, “Bacot ah si aca.. udh bagus jd artis malah ikut2an bahas bgini.”

Perdebatan yang muncul di media sosial ini menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis masih menjadi topik yang memunculkan berbagai perspektif di masyarakat, mulai dari kritik terhadap pelaksanaannya hingga dukungan dari mereka yang mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.