Petenis Rusia Klaim Arab Saudi Jamin Keamanan Atlet Gay di Final WTA Tahun Ini

AKURAT.CO, Petenis asal Rusia, Daria Kasatkina, mengatakan bahwa keamanannya terjamin sebagai petenis gay jika ia tampil di Final WTA 2024 yang akan digelar di Riyadh, Arab Saudi, 2-9 November nanti.
Hal ini dinyatakan Daria Kasatkina karena petenis ranking sebelas dunia berusia 26 tahun ini adalah satu kandidat kuat untuk bisa lolos ke Final WTA. Adapun turnamen elite delapan petenis teratas dunia itu.
“Saya diberikan jaminan bahwa saya akan baik-baik saja,” kata Dari Kasatkina sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Tuan Rumah Final WTA 3 Tahun ke Depan, Diwarnai Kritik soal Pelanggaran HAM
Saat ini, Dari Kasatkina sedang berada di Madrid, Spanyol, untuk mengikuti Madrid Terbuka. Ia bersiap menghadapi petenis asal Kazakhstan, Yulia Putintseva, di babak 16 besar pada Senin (29/4) malam nanti.
Tentang polemik Arab Saudi sebagai tuan rumah turnamen tenis elite di bawah naungan WTA, Daria Kasatkina menyebut bahwa negara di gurun Timur Tengah itu kini sedang berkomitmen dengan olahraga.
“Kita melihat bahwa orang Arab Saudi kini sangat mempedulikan olahraga, mereka ingin mengembangkan olahraga,” kata Kasatkina.
“Dan selama itu memberikan peluang untuk orang-orang yang ada di sana, dan untuk anak-anak dan perempuan untuk benar-benar menonton olahraga–bahwa mereka bisa menonton, mereka bisa bermain, mereka bisa berpartisipasi, saya kira itu bagus.”
Baca Juga: Arab Saudi Tuan Rumah Asian Winter Games, IOC Mengaku tak Diajak Berkonsultasi
Arab Saudi mendapatkan kontrak selama tiga tahun sebagai tuan rumah Final WTA. Keputusan ini mendapat kritik dari lembaga pembela hak asasi manusia mengingat Arab Saudi menghukum kelompok LGBTQ.
Presiden Tenis Arab Saudi, Arij Almutabagani, merespons kritik tersebut dengan mengatakan bahwa para pemain gay tidak akan mengalami diskriminasi ketika tampil di Final WTA.
“Orang-orang boleh bersikap sebagaimana yang mereka mau–tidak ada yang bilang Anda boleh atau tidak boleh berperilaku. Anda hanya harus memahami bahwa setiap negara punya aturan dan tradisinya,” kata Arij Almutabagani.
Atlet putri asal Tunisia yang merupakan petenis keturunan Arab pertama yang memenangi WTA, Ons Jabeur, mendukung penyelenggaran turnamen di Arab Saudi.
“Bagi saya, ini selalu soal peluang, dan pergi ke sana tidak hanya untuk bermain tenis tetapi untuk memberikan peluang terutama untuk perempuan muda untuk melihat idola mereka dan percaya mereka bisa meraih apapun,” kata Jabeur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








