Prancis Terbuka: Dominan Kalahkan Jasmine Paolini, Iga Swiatek Raih Roland Garros Keempat!

AKURAT.CO, Petenis asal Polandia, Iga Swiatek, tampaknya masih terlalu tangguh bagi Jasmine Paolini di final Prancis Terbuka 2024. Swiatek mengalahkan Paolini melalui laga dua set langsung dengan skor 6-2 dan 6-1.
Bertarung di Lapangan Philippe-Chatrier, Stadion Roland Garros Paris, Prancis, Sabtu (8/6), Iga Swiatek membutuhkan waktu satu jam delapan menit untuk mengalahkan Jasmine Paolini. Sekaligus mengubur ambisi Paolini untuk meraih gelar grand slam pertama.
Iga Swiatek harus menghadapi kejutan dari Jasmine Paolini yang unggul lebih dulu pada kedudukan 2-1 di awal laga. Namun, petenis ranking satu dunia itu membalikkan keadaan dan sejak kedudukan 4-2 situasi menjadi searah untuk keunggulan Swiatek.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Iga Swiatek Kejar Gelar Ketiga Beruntun Malam Ini, Mampukah Paolini Menundanya?
Kemenangan di set pertama menginspirasi Swiatek untuk menuntaskan perlawanan wakil Italia tersebut. Swiatek meraih kemenangan di turnamen yang juga dikenal dengan istilah Roland Garros tersebut dengan sebuah servis yang matang.
Sukses ini sekaligus merupakan gelar grand slam kelima bagi Swiatek. Juga gelar keempat di Prancis Terbuka dan yang ketiga secara beruntun di turnamen grand slam lapangan tanah liat tersebut.
“Saya menyukai tempat ini. Saya menantikan setiap tahun untuk bermain di sini,” kata Swiatek tentang Prancis Terbuka yang merupakan arena terbaiknya sejauh ini sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Kembali Kalahkan Coco Gauff, Iga Swiatek Rebut Final Keempat Roland Garros
Tiga gelar beruntun di Prancis Terbuka sejak 2022 juga memasukkan Swiatek ke dalam jajaran Monica Seles dan Justine Henin yang lebih dulu menyentuh rekor yang dihitung sejak Era Terbuka pada 1968 tersebut.
Di usianya yang masih 23 tahun, Swiatek juga tercatat sebagai petenis putri termuda yang meraih empat gelar Prancis Terbuka.
Pada saat yang sama, Jasmine Paolini mengatakan bahwa bertanding melawan Swiatek merupakan pertarungan tersulit sepanjang kariernya. Juga karena perjalananannya dari penyisihan sampai ke final yang cukup intens.
“Bermain melawan kamu di sini adalah tantangan tersulit di olahraga ini,” kata Paolini usai laga tentang pertandingannya melawan Swiatek. “Ini adalah 15 hari yang intens, dan hari ini sulit, tetapi saya benar-benar bangga dengan diri saya.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









