Baca Juga: SCUA Dukung Pelatda Tim Catur DKI Jaya Hadapi Porwanas Banjarmasin 2024Padahal, dia bisa memanfaatkan event ini untuk mengenal lebih dekat sekaligus memotivasi atlet-atlet DKI Jakarta untuk kembali merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.
"Atlet-atlet DKI Jakarta itu kan butuh motivasi agar bisa tampil maksimal," kata Ketua Pengprov PTMSI DKI Jakarta, RBJ Bangkit.
"Sehingga target juara umum PON XXI/2024 Aceh-Sumut bisa terwujud. Sayangnya, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang ditunggu-tunggu tidak hadir."
Hal tersebut seolah menunjukkan tidak adanya perhatian Pj Gubernur DKI Heru Budi terhadap pembinaan olahraga di Ibu Kota.
Bahkan, Toni Montana, wakil dari baseball dan sofbol Perbasasi DKI Jakarta menyebut selama menjabat, Heru Budi tidak pernah berkunjung melihat persiapan atlet pelatda DKI Jakarta.
"Gubernur DKI Jakarta sebelumnya selalu hadir dalam setiap kegiatan olahraga dan memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga DKI Jakarta termasuk persiapan menghadapi PON," ungkap Toni.
Tampaknya, perhatian Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi terhadap olahraga dan atlet DKI Jakarta tidak seperti era-era Gubernur Sutiyoso, Fauzi Bowo, Ahok ataupun Anies Baswedan.
Pasalnya pada saat itu, atlet-atlet Pelatda DKI Jakarta mendapatkan honor hingga Rp10 juta (khusus atlet super prioritas).
Saat ini, atlet pelatda DKI Jakarta yang dipersiapkan untuk PON XXI/2024 Aceh-Sumut hanya menerima honor di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
Bahkan, beberapa atlet yang ditemui saat Jalan Sehat menyebutkan honornya tidak sampai Rp5 juta. Seperti yang didapatkan atlet Polo Air DKI Jakarta, Paras, yang menerima Rp4,3 juta.
Bahkan ada atlet yang hanya mendapatkan honor bersih sekitar Rp3,8 juta seperti yang didapatkan atlet Barongsai DKI Jakarta, Albert, ataupun atlet Baseball DKI Jakarta, Galang.
Caption foto: Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, membuka Jalan Sehat KONI DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Minggu (16/6) pagi.