Dani Olmo: Jude Bellingham adalah Tolok Ukur di Inggris, tapi Saya tidak Takut

AKURAT.CO, Gelandang Tim Nasional Spanyol, Dani Olmo, mengakui bahwa Jude Bellingham menjadi tolok ukur di skuad Inggris yang akan dihadapi timnya di final Piala Eropa 2024. Pun demikian, Olmo merasa tak khawatir.
“Saya tidak takut. Bellingham adalah rujukan di sana (Inggris), umpan-umpan sepakbola mengalir melalui kakinya. Dia selalu ada di tengah posisi penting,” kata Dani Olmo sebagaimana dipetik dari AS.
“Dia adalah pemain yang harus dipertimbangkan, tetapi tak ada yang takut.”
Baca Juga: Piala Eropa: Comeback Tumbangkan Prancis, Spanyol ke Final Berkat Aksi Yamal dan Olmo
Pernyataan ini disampaikan Dani Olmo karena sebagai gelandang ia akan berhadapan langsung dengan Jude Bellingham pada final Piala Eropa 2024 yang bakal digelar di Olympiastadion, Berlin, Jerman, Minggu (14/7).
Dani Olmo menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Spanyol mencapai final Piala Eropa 2024. Padahal, pemain RB Leipzig berusia 26 tahun ini sejatinya adalah pelapis Pedri.
Olmo menjadi pilihan utama setelah Pedri mengalami cedera karena tekel gelandang Jerman, Toni Kroos, pada menit-menit awal pertandingan perempat final. Sejak itu, Olmo menjadi pilihan utama dan menjawab tugas selayaknya pemain utama.
Pemain didikan Akademi La Masia milik Barcelona ini menyumbangkan tiga gol di tiga laga terakhir Spanyol di Euro tahun ini. Termasuk gol penting yang memenangkan Spanyol atas Prancis dengan skor 2-1 di semifinal.
Baca Juga: Gareth Southgate: Spanyol Favorit, Kami Harus Sempurna untuk Bisa Mengalahkan Mereka
Menghadapi Inggris, Dani Olmo mencatat bahwa lawan kerap mencetak gol di menit-menit akhir setelah tertinggal di beberapa laga terakhir. Untuk mengatasi hal tersebut, eks pemain Dinamo Zagreb itu menyebut Spanyol harus 100 persen.
“Mereka mencetak gol di menit akhir. Itu menunjukkan bahwa Anda harus 100 persen dengan semua yang Anda punya,” kata Olmo. “Untuk memenangi kompetisi ini Anda harus menghadapi yang terbaik. Ini giliran (menghadapi) Inggris dan ayo hadapi.”
Masih soal final, Olmo menyebut La Furia Roja mesti bersiap untuk pertarungan panjang. Sebagaimana yang mereka hadapi ketika mengalahkan Prancis di mana Spanyol unggul sejak menit ke-25 dan menghadapi tekanan lawan di sisa laga.
“Anda harus menderita. Di kompetisi ini Anda tidak bisa menang tanpa menderita,” kata Olmo. “Melawan Prancis kami tahu bahwa pertandingan akan sangat lama. Kami bersiap untuk apapun, mengetahui bagaimana untuk mengembalikan (permainan).”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





