Olimpiade Paris: Imane Khelif Jawab Kontroversi Gender dengan Emas, Tegaskan Kewanitaannya

AKURAT.CO, Petinju putri asal Aljazair, Imane Khelif, menutup kontroversi gender yang menjadikan dirinya sebagai “pokok pembicaraan” dengan medali emas Olimpiade Paris 2024.
Imane Khelif menjadi yang terbaik di tinju putri kelas 66 kilogram Olimpiade Paris dengan mengalahkan juara dunia asal China, Yang Liu, dengan kemenangan angka mutlak.
Bertanding di partai final Olimpiade Paris di Stade Roland Garros, Paris, Prancis, Jumat (9/8), Imane Khelif didukung langsung oleh para warga keturunan Aljazair.
Selepas menang, atlet berusia 25 tahun ini menegaskan identitasnya sebagai perempuan. Khelif mengatakan bahwa ia layak untuk lolos ke pesta olahraga terakbar dunia tahun ini.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Berpeluang Juara, Imane Khelif Sebut Polemik Testoteron Bully terhadap Atlet
“Soal apakah saya layak atau tidak, apakah saya wanita atau bukan, saya sudah menyampikan banyak pernyataan di media,” kata Khelif sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Saya layak secara penuh untuk ambil bagian di kompetisi ini. Saya adalah seorang wanita seperti wanita lainnya. Saya terlahir sebagai seorang wanita, saya hidup sebagai seorang wanita, saya bersaing sebagai wanita, tak perlu diragukan.”
Kontroversi mengarahkan bidikannya terhadap Khelif selepas petinju asal Italia yang dihadapinya di babak 16 besar, Angela Carini, mundur ketika laga baru berlangsung 40 detik.
Angela Carini mengatakan bahwa Khelif tidak layak menjadi lawannya karena punya tenaga seperti petinju putra.
Sikap Carini membuka kembali kasus tahun lalu di mana Khelif dan petinju asal Chinese Taipei, Lin Yu-ting, didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia Tinju karena dianggap punya testosteron di atas rata-rata petinju putri.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Pukulan Lawan Setara Putra, Petinju Putri Italia Mundur di Tengah Laga
Komite Olimpiade Internasional (IOC) tak mempertimbangkan diskualifikasi yang dilakukan oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA) itu. IOC mengizinkan Khelif dan Lin Yu-ting bertarung di Paris tahun ini.
“(Para pencela) adalah musuh dari kesuksesan, itu panggilan saya buat mereka. Dan juga memberikan sukses saya rasa yang spesial karena serangan-serangan tersebut,” kata Khelif.
Emas di Paris pekan ini merupakan emas pertama Imane Khelif di ajang olimpiade. Sumbangannya menempatkan Aljazair di peringkat ke-34 klasemen medali Olimpiade Paris sampai Sabtu (10/9) pukul 16.00 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








