Pengprov Desak PP Pelti Gelar Munaslub Pilih Ketua Umum Baru Gantikan Nurdin Halid

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) periode 2024-2028 baru berjalan enam bulan. Namun, mereka sudah diminta untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencari sosok ketua umum baru.
Keinginan untuk menggelar Munaslub ini diserukan oleh Forum Komunikasi (Forkom) lintas Pengurus Provinsi (Pengprov) Pelti dalam rapat konsolidasi yang berlangsung 27-28 Desember 2024 di Jakarta.
Wacana tersebut muncul lantaran Forkom Lintas Pengprov Pelti menilai ada krisis kepemimpinan dan tata kelola organisasi dalam tubuh PP Pelti yang saat ini dipimpin oleh Ketua Umum Nurdin Halid.
Baca Juga: Nurdin Halid Pimpin PP Pelti 2024-2028, Janjikan Turnamen Berjenjang dan Berkesinambungan
Dari total 34 Pengprov, seruan untuk melangsungkan Munaslub didukung oleh 27 Pengprov. Sementara untuk rapat konsolidasi sendiri dihadiri oleh 23 Pengprov Pelti se-Indonesia dengan pimpinan sudang Mustafa (Sulaweai Tengah), Rahnadin (NTB), dan Taufan (Aceh).
"Olahraga tenis harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan medan konflik internal," kata Koordinator Forkom Lintas Pengprov Pelti, Rudi Basuki, melalui keterangan resminya.
Rapat tersebut menelurkan beberapa poin penting, di antaranya adalah ketidakpuasan terhadap PP Pelti saat ini. Banyak Pengprov yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PP Pelti saat ini.
Kebijakan yang dinilai tidak demokratis, seperti pembekuan Pengprov tanpa prosedur jelas dan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) tanpa mencabut SK sebelumnya, telah menimbulkan dualisme kepengurusan dan konflik di berbagai daerah.
Baca Juga: Piala Davis: Pelti Janjikan Bonus Untuk Tim Indonesia Di Play-off Grup II
"Kami berharap Munaslub dapat menjadi titik balik untuk memulihkan keharmonisan dan mendorong pembinaan atlet tenis yang lebih baik," ujar Rudi.
Selanjutnya terkait krisis tata kelola organisasi. Kebijakan PP Pelti saat ini dianggap tidak transparan, tidak akuntabel, dan bertentangan dengan prinsip demokrasi. Di mana hal tersebut menghambat pengembangan cabang olahraga tenis di tingkat daerah dan nasional.
Poin terakhir adalah desakan kepada PP Pelti untuk segera mengadakan Munaslub. Forkom Lintas Pengprov Pelti mendesak Ketua Umum PP Pelti saat ini, Nurdin Halid, untuk segera mengundurkan diri.
Seruan Munaslub sebagai langkah untuk memilih kepemimpinan baru yang lebih kompeten dan berintegritas.
Rapat ini juga menghasilkan keputusan pembentukan Forkom Lintas Pengprov Pelti sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar Pengprov. Forum ini bertujuan mencari solusi strategis guna mengatasi permasalahan internal Pelti dan mencegah konflik lebih lanjut.
Mereka juga berharap dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk mempercepat pelaksanaan Munaslub demi kemajuan tenis Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









