NOC Sosialisasikan Indonesian Student Athlete untuk Sinergikan Pendidikan dan Prestasi Olahraga
Leo Farhan | 16 April 2025, 19:05 WIB

AKURAT.CO, Komite Olimpiade (NOC) Indonesia baru saja mensosialisasikan program Indonesian Student Athlete, sebuah inisiatif untuk mengintegrasikan pendidikan formal dan prestasi olahraga sejak usia dini.
Program ini merupakan kolaborasi antara Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, serta National Olympic Academy (NOA) Indonesia, lantaran melihat pentingnya membangun jalur pengembangan atlet dengan tidak mengesampingkan pendidikan.
Melalui pendekatan ini, NOC Indonesia berharap dapat melahirkan generasi atlet masa depan yang tak hanya tangguh di lapangan, namun juga unggul dalam akademik dan kepemimpinan.
Baca Juga: Berkat Dukungan Masyarakat, Veddriq Leonardo Raih Penghargaan Athlete of The Year Versi World Games
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya atlet yang tidak hanya berprestasi di arena olahraga, tetapi juga unggul secara akademik.
"Program ini adalah bentuk nyata untuk melahirkan atlet yang berintegritas, berprestasi, dan cerdas. Kita tidak ingin lagi melihat anak-anak Indonesia harus memilih antara pendidikan atau olahraga. Keduanya harus bisa berjalan beriringan," kata pria yang karib disapa Okto itu.
Lima kali Olympian angkat besi Eko Yuli Irawan juga sempat merasakan pentingnya mengatur waktu latihan dan sekolah.
Eko pernah merasakan kesulitan untuk melanjutkan sekolah karena lokasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berpindah-pindah dan akhirnya membuat peraih tiga perak dan satu perunggu Olimpiade itu tamat SMA lewat jalur Paket C.
"Sebagai seorang atlet kita harus disiplin dalam membagi waktu antara sekolah dan latihan. Keduanya harus seimbang supaya pendidikannya selesai, prestasinya dapat," ungkap Eko.
Program Indonesian Student Athlete diharapkan menjadi tonggak awal dalam membentuk ekosistem olahraga nasional yang lebih inklusif, terukur, dan berkelanjutan.
Lewat dukungan dari semua pemangku kepentingan, masa depan atlet Indonesia tidak hanya cemerlang di lapangan, tetapi juga di dunia pendidikan dan kehidupan setelah karier olahraga mereka berakhir.
Dalam acara yang berlangsung di Astaka Grandballroom, Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Selasa (15/4) itu, turut hadir Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian, juara Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii, serta juara dunia jetski Aero Sutan Aswar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








