AKURAT.CO, Atlet panjat tebing kategori speed putra Indonesia, Kiromal Katibin, berhasil menyumbangkan satu medali emas dari ajang bergengsi Piala Dunia Panjat Tebing IFSC Denver 2025 di Amerika Serikat.
Kejuaraan yang berlangsung di Denver, Colorado, pada 31 Mei-1 Juni 2025 itu sempat terkendala masalah akibat hujan deras yang turun mengguyur venue pertandingan di hari terakhir, Minggu (1/6).
Penyelenggara IFSC mengumumkan bahwa badai dan hujan deras yang melanda lokasi membuat babak semifinal dan final terpaksa dibatalkan demi keselamatan atlet.
Berdasarkan keputusan darurat, hasil terakhir dari babak kualifikasi dijadikan dasar penentuan peringkat akhir. Oleh karena itu, catatan waktu Kiromal yang impresif memastikan tempatnya di puncak podium.
Kiromal dinyatakan sebagai juara setelah berhasil mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik saat menjalani kualifikasi satu hari sebelum kompetisi dihentikan karena faktor cuaca.
Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Ical Umarella, menyebut konsistensi dan fokus jadi kunci utama kemenangan Kiromal bisa meraih medali emas di Denver.
"Meski kondisi cuaca memaksa final dibatalkan, ia sudah menunjukkan performa terbaiknya di saat yang krusial," ujar Ical melalui keterangan yang diterima Akurat.co, Senin (2/6).
Sebelumnya, atlet asal Batang, Jawa Tengah, tersebut tampil dominan di babak kualifikasi dengan menorehkan catatan waktu terbaik 4,83 detik di Lane B dan 4,91 detik di Lane A.
Dia mengungguli wakil tuan rumah, Zach Hammer, yang berhak meraih perak usai mencatatkan waktu terbaik, 4,88 detik.
Hammer unggul 0,01 detik dari kompatriotnya, Samuel Watson, yang meraih perunggu dengan catatan waktu terbaik 4,89 detik.
Kemenangan ini melanjutkan performa gemilang Kiromal setelah sebelumnya ia berhasil membawa pulang dua medali perunggu di seri Wujiang dan Bali pada Mei lalu.
Dengan torehan ini, Kiromal semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu atlet speed papan atas dunia dan memperkuat nama Indonesia di panggung olahraga panjat tebing internasional.
"Prestasi ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia. Ini bukan hanya kemenangan Kiromal, tapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid.
Selain Kiromal, Indonesia juga diwakili oleh Alfian M Fajri yang harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi. Alfian mencatatkan waktu terbaik 5,30 detik (Lane A) dan 5,49 detik (Lane B).