Wimbledon: Diprotes Sejumlah Petenis, Ada Apa dengan Teknologi Garis Lapangan All England Club?

AKURAT.CO, Keputusan Wimbledon untuk menggunakan teknologi garis lapangan untuk kali pertama di edisi 2025 ternyata menimbulkan sejumlah persoalan. Terjadi sejumlah “error” dalam penerapan perdana di turnamen grand slam lapangan rumput itu.
Teknologi garis lapangan yang menggantikan hakim garis manusia yang sudah menjadi tradisi sejak Wimbledon kali pertama digelar pada 1877 mendapat sorotan pada pertandingan putaran keempat tunggal putri.
Insiden terjadi pada pertandingan antara petenis tuan rumah, Sonay Kartal, dan wakil Rusia, Anastasia Pavlyuchenkova, di Lapangan Utama All England Tennis & Lawn Croquet Club, London, Inggris, Minggu (6/7).
Baca Juga: Wimbledon: Grigor Dimitrov Mundur dalam Posisi Unggul, Jannik Sinner Melaju ke Perempat Final
Sonay Kartal melepaskan backhand panjang pada posisi game point 4-4 yang tidak jelas apakah bola pukulannya dalam posisi masuk atau keluar.
Teknologi garis lapangan semestinya memberikan penilaian dan mengeluarkan suara otomatis jika bola keluar dengan suara “out”.
Namun demikian, tak ada pemberitahuan dari teknologi tersebut dan wasit Nico Helwerth sempat menghentikan pertandingan beberapa saat. Wasit kemudian memberikan poin untuk Kartal dan petenis Inggris itu unggul 5-4.
Anastasia Pavlyuchenkova akhirnya sukses mengatasi situasi dan memenangi pertandingan dengan skor 7(7)-6(3) dan 6-4. Namun, selesai pertandingan ia tetap mempertanyakan kesalahan teknologi tersebut.
Baca Juga: Wimbledon: Tertinggal Lebih Dulu, Carlos Alcaraz Bangkit Melaju ke Perempat Final Singkirkan Rublev
Menurutnya Wimbledon mesti memiliki tayangan tinjauan ulang pantulan bola sebagaimana yang diterapkan di sepakbola. Apalagi, kata Pavlyuchenkova, error serupa tidak hanya terjadi pada pertandingannya di Wimbledon tahun ini.
“Di acara besar seperti ini saya kira (tinjauan video) diperlukan, karena ini bukan kali pertama terjadi,” kata Pavlyuchenkova sebagaimana dipetik dari BBC.
Sebelumnya, dua petenis Inggris, Jack Draper dan Emma Raducanu, juga mengeluhkan teknologi yang disebut dengan Electronic Line Calling (ELC) ini. Dua petenis ini mengkritik ELC dalam kekalahan mereka.
“Agak mengecewakan, di turnamen ini, bahwa penilaian (ELC) bisa salah, tetapi sebagian besar OK,” kata Raducanu.
Panitia Wimbledon sendiri mengatakan bahwa kesalahan ELC di laga Sonay versus Pavlyuchenkova merupakan kesalahan manusia (human error) yang mengoperasikannya.
Mereka juga sudah mengubah teknologi tersebut untuk memastikan kesalahan serupa terjadi lagi di sisa turnamen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








