IPL Kirim 3 Klub Nasional Wakili Indonesia di Turnamen Tenis Meja Internasional
Leo Farhan | 17 Juli 2025, 15:57 WIB

AKURAT.CO, Untuk pertama kalinya sejak resmi menjadi induk organisasi tenis meja nasional, Indonesia Pingpong League (IPL), mengirimkan wakilnya ke turnamen tingkat internasional.
Mereka yang dikirim ke ajang STIGA ASEAN Table Tennis Club Championship Challenge 2025 di Universitas Thonburi, Thailand, pada 19–20 Juli mendatang adalah tiga klub terbaik hasil kompetisi IPL 2025 Seri 1.
Ketiga klub tersebut adalah Onic Sport, PTM Sukun, dan Arwana Jaya TTC, yang sebelumnya menempati tiga besar klasemen IPL Seri 1 di Bandung pada awal Mei lalu.
Baca Juga: NOC Pastikan Atlet Pingpong Indonesia Bisa Tampil di Multievent dan Single Event Internasional
Mereka akan bersaing di kategori terbuka melawan klub-klub unggulan dari Asia Tenggara serta tim undangan dari India dan Taiwan.
"Keikutsertaan ini adalah kelanjutan dari musim pertama IPL. Tiga klub terbaik kami kirim sebagai perwakilan untuk mengukur daya saing di level internasional," ujar Sekjen IPL, Yon Mardiyono, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/7).
Yon menyebut, langkah ini menjadi bagian dari strategi IPL untuk mengangkat pamor tenis meja nasional ke pentas global.
Ia mengungkapkan bahwa kalender kompetisi IPL ke depan akan disesuaikan dengan sirkuit internasional seperti World Table Tennis (WTT), demi menyiapkan atlet yang mampu bersaing di level elite.
"Target dalam dua tahun ke depan bisa berbicara banyak. Pertama kami akan mencari atlet dan pelatih terbaik dulu, supaya dalam dua tahun ke depan kami bisa mengejar (peringkat) 100 besar dunia. Makannya kami melibatkan atlet usia dini, buat dijadikan pengalaman," kata Yon.
Selain menargetkan prestasi individu, IPL juga berambisi menjadi penyelenggara kejuaraan internasional di tanah air, baik dari level Asia maupun seri WTT. Hal tersebut dilakukan untuk membangun atmosfer kompetitif dan memotivasi seluruh elemen tenis meja nasional.
Dukungan terhadap langkah ini datang dari para pelatih klub, salah satunya legenda tenis meja nasional Anton Suseno, yang saat ini menjadi pelatih klub Onic Sport. Ia menyambut positif kesempatan tampil di luar negeri, karena menjadi pengalaman berharga bagi atlet dan klub.
"Negara-negara seperti Singapura punya pemain di peringkat 50 besar dunia, Thailand dan Vietnam juga sudah terbiasa ikut tur internasional. Kita memang tertinggal dalam jam terbang, tapi bukan berarti tidak bisa mengejar," kata Anton.
Menurutnya, kunci peningkatan prestasi ada pada konsistensi latihan dan keberlanjutan kompetisi. Ia menilai keberadaan IPL memberi harapan baru terhadap pembinaan yang lebih terstruktur dan kompetitif.
"Olahraga itu butuh proses. Latihan harus benar, kompetisinya juga harus cukup. Dengan IPL, kami punya jalur pembinaan yang lebih jelas. Kalau mau medali, harus kerja keras dan kerja cerdas," tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang sehat di level klub, mulai dari pemilihan tempat latihan, sparing partner, hingga sinergi antara pelatih, atlet, dan manajemen.
Turnamen ini rencananya akan diikuti total 24 tim dari berbagai negara di kawasan, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Dengan langkah ini, IPL menunjukkan komitmennya dalam membuka akses internasional bagi klub-klub tenis meja nasional sekaligus memperkuat fondasi prestasi dari level akar rumput hingga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









