Curi Perhatian di Thailand, Indonesia Boyong Enam Medali dari Kejuaraan Dunia Para Tenis Meja
Leo Farhan | 24 Juli 2025, 17:38 WIB

AKURAT.CO, Tim para tenis meja Indonesia sukses mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang ITTF World Para Elite 2025 yang berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 18–22 Juli 2025.
Total enam medali berhasil diamankan dari kejuaraan dunia tersebut. Rinciannya, satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu dibawa pulang oleh para wakil Merah Putih.
Emas diraih lewat pasangan ganda campuran kelas 20, Komet Akbar dan atlet Rusia, Olga Gorshkaleva. Keduanya tampil dominan sejak babak awal hingga final.
Sementara kejutan besar datang dari ganda putra kelas 8, Adyos Astan/Yayang Gunaya, yang menyabet medali perak usai menyingkirkan unggulan utama asal Korea Selatan, Kim Jung Gil/Kim Young Gun, yang sebelumnya meraih emas di Paralimpiade Paris 2024.
Empat medali perunggu lainnya diraih dari sektor tunggal putra kelas 10 atas nama Komet Akbar, tunggal putra kelas 8 lewat Banyu Tri Mulyo, serta dari sektor ganda putra kelas 18 (Komet/Banyu Tri) dan ganda putra kelas 22 (Muhammad Alfigo Dwi Putra/Kim Bogyeom – Korea Selatan).
Pelatih kepala tim Indonesia, Andre Gunaya, menyebut hasil ini sebagai progres signifikan sekaligus evaluasi positif dari agenda try out internasional pertama di tahun 2025.
"Keberhasilan Adyos dan Yayang menyingkirkan juara Paralimpiade benar-benar di luar ekspektasi. Selain itu, Komet dan Banyu juga tembus semifinal, dan Leli Marlina di tunggal putri kelas 5 mampu mengalahkan atlet unggulan dunia Kang Oejeong," ujar Andre dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Kamis (24/7).
Andre menegaskan bahwa pencapaian di Thailand menjadi modal penting menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
"Kami optimistis semua atlet memiliki peluang. Terutama pasangan ganda di kelas MD8 dan MD18. Persaingannya ketat, tapi kita cukup sering naik podium di nomor-nomor tersebut," jelasnya.
Di sisi lain, Adyos Astan, peraih medali perak, menyampaikan bahwa persaingan di kejuaraan dunia kali ini sangat ketat. Ia mengaku terkejut melihat peningkatan kualitas atlet dari negara-negara lain, seperti Brasil dan Rusia.
"Beberapa atlet yang dulu masih di bawah kita, sekarang sudah bisa bersaing di level atas. Di nomor ganda kami cukup puas karena bisa melewati ekspektasi. Tapi untuk tunggal, masih belum sesuai target," kata Adyos.
Usai dari Thailand, tim para tenis meja Indonesia dijadwalkan kembali berlaga dalam ajang Asian Para Table Tennis Championships di Beijing, Tiongkok, pada 14–18 Oktober 2025 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







