Menpora Dorong Equestrian Indonesia Tembus Olimpiade Lewat The President Cup Aragon Merdeka Master 2025
Leo Farhan | 11 Agustus 2025, 19:56 WIB

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendorong cabang olahraga berkuda atau equestrian untuk terus berkembang hingga mampu lolos dan berprestasi di ajang Olimpiade.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri The President Cup Aragon Merdeka Master 2025 di The Hub Indonesia, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/8).
"Di Asia Tenggara kita menjadi pemimpin di olahraga berkuda. Maka, target kita adalah membawa cabang ini hingga ke Olimpiade. Saat ini fokus kita membesarkan industrinya terlebih dahulu," ujar Dito.
Apalagi olahraga berkuda memiliki tempat khusus bagi Presiden RI Prabowo Subianto yang dikenal sebagai penggemarnya.
Bersama Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Kemenpora telah menyusun road map untuk mengantarkan equestrian Indonesia ke panggung Olimpiade melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.
Menpora Dito bahkan terkesan dengan penyelenggaraan kejuaraan Piala Presiden pertama untuk cabang equestrian ini. Ia menyebut, antusiasme peserta dan penonton sangat tinggi dengan jumlah 1.751 entry dan 390 ekor kuda yang berkompetisi.
"Kejuaraan ini juga menjadi ajang persiapan menuju berbagai multievent seperti SEA Games dan Asian Youth Games. Equestrian sudah menjadi cabang rutin di multievent, dan kita ingin berperan aktif di dalamnya," tegas Dito.
Kejuaraan yang berlangsung sejak 6 Agustus ini memperebutkan Piala Presiden dalam dua nomor pertandingan, yaitu Jumping 120 cm (dua ronde) dan Dressage Elementary Open (dua ronde).
Selain itu, event ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, mengusung semangat nasionalisme dan sportivitas.
Aragon Merdeka Master 2025 terbuka untuk berbagai kategori umur, mulai dari U14 hingga U21, serta kategori terbuka. Seluruh pertandingan yang digelar mengacu pada regulasi Fédération Equestre Internationale (FEI), termasuk penerapan kode etik kesejahteraan kuda.
Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo menjelaskan, pelaksanaan lomba pada malam hari menjadi bagian dari strategi mengembangkan sportainment untuk menarik lebih banyak penonton.
"Banyak negara Timur Tengah sukses menggelar event serupa di malam hari. Kita ingin mengadopsi konsep itu untuk menjadikan equestrian sebagai destinasi wisata olahraga," kata Aryo.
Ia menegaskan, persiapan menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles membutuhkan investasi jangka panjang yang harus memadukan persiapan atlet dan kudanya sejak dini, agar tidak hanya lolos namun juga dapat berprestasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








